Pemilu 2019
Coffee Night KPU Sulbar Bersama Pekerja Media Bahas Isu Pemilu 2019
KPU telah menginventarisasi jumlah pemilih dengan kebutuhan khusus atau disabilitas agar tidak kehilangan hak pilih di Pemilu 2019.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, SULBAR -- Jingga nama kedai kopi yang berada di bilangan Jalan Ahmad Yani, Mamuju itu, Minggu malam tampak tak biasa.
Puluhan kendaraan bermotor, dan beberapa roda empat berjejer memenuhi sisi yang ruas jalan yang membelah kawasan kota tua. Lebih 30 orang wartawan dari berbagai media berkumpul.
Tuan rumah Komisi Pemilihan Umum atau KPU Provinsi Sulawesi Barat. Ini momen kesekian penyelenggara Pemilu 2019 bertemu awak media, di acara formal lainnya maupun yang bernuansa rendezvous seperti semalam.
Baca: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Toraja Utara Beri Santunan Kematian Tenaga Honorer
Baca: Dikeluhkan, Lubang Jalan di Maccopa Maros Sudah Ditambal
Baca: Unjukrasa depan Unismuh Makassar, SMI Sebut Cebong dan Kampret Gaya Politik Borjuasi
Selepas Isya, sebagian peserta dialog telah berkumpul dalam beberapa kelompok kursi warung kopi. Sejumlah staf KPU Sulbar sibuk mengedarkan daftar hadir.
Pukul 20.00 WITA lewat, beberapa saat ketika Rustang, Ketua KPU Sulbar hadir, acara pun dimulai. Komisioner Adi Arwan Alimin, dan Said Usman Umar datang lebih awal.
Yang terasa menggetarkan, pertemuan ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta berdiri tegak dan bernyanyi bersama. Wartawan yang biasanya meliput acara formal dengan iringan karya WR Soepratman itu pun terlihat serius hingga bait lagu terakhir.
Dialog ini mengangkat tema "Isu-Isu yang Terkait Pemilu 2019", konteksnya tentu begitu luas mengingat tahapan Pemilu telah berjalan 20 bulan terakhir.
Ketua KPU Sulbar, Rustang mengatakan, media memiliki peran yang amat penting dalam Pemilihan Umum. Sebab media disebutnya, menguasai informasi dan dapat mengakses semua bentuk jalur informasi dan komunikasi.
"Pemilu juga menjadi tanggung jawab media. Sebagai sosial kontrol. Yang diharapkan menyuarakan kebenaran secara tegas dan lugas," sebut Rustang, mantan Ketua Panwaslu Mamuju Utara ini.
Komisioner Said Usman dalam menyikapi sejumlah pandangan dan pernyataan peserta dialog pers, menekankan bahwa setiap warga negara yang telah tercatat atau terdata sebagai pemilih memiliki kesempatan yang sama untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019.
"Kesempatan itu terbuka bagi semua pemilih, termasuk bagi yang ingin pindah memilih karena berhalangan, misalnya karena sakit dan sebagainya, mereka tetap dapat memilih. Pemilih tinggal melaporkan diri bahwa akan pindah memilih," kata Said yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu.
Menurutnya, para pemilih dengan kebutuhan khusus pun akan memperoleh kesempatan yang sama pada 17 April 2019. KPU telah menginventarisasi jumlah pemilih dengan kebutuhan khusus atau disabilitas agar tidak kehilangan hak pilih di Pemilu 2019.
Said berharap, Pemilu 2019 yang menggunakan lima jenis surat suara akan berjalan baik. Masih ada kesempatan untuk terus menyosialisasikan tata cara mencoblos surat suara saat berada di TPS, agar tetap sah.
Bagaimana dengan target partisipasi pemilih?
"Kami telah berulang kali menyebutkan bahwa Sulbar memiliki target 77,6 persen, dari target nasional 77,5 persen," sebut Rustang Ahad malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kpu-sulbar-saat-coffee-night-bersama-pewarta-di-kedai-kopi-jingga.jpg)