Pilpres 2019
Tak Ada dari KPU, Najwa Shihab Buatkan Kisi-kisi Debat Kedua Pilpres 2019 untuk Jokowi dan Prabowo
Agenda Debat Kedua Pilpres 2019 akan digelar pada 17 Februari 2019 mendatang
Untuk Capres Prabowo Subianto, apakah setuju dengan moratorium ini, apa alasannya dan apa yang akan dilakukan berbeda?
Pertanyaan ketiga: Bagaimana strategi Anda dalam membenahi perizinan bidang sumber daya alam yang kerap bermasalah kerana tumpang tindih antar instansi, menyebabkan konflik dengan masyarakat dan menjadi lahan subur korupsi?
Pertanyaan keempat: Apa langkah konkrit untuk memastikan Indonesia dapat memenuhi komitmennya pada dunia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca?
Pertanyaan kelima: Dalam banyak kasus, perlindungan lingkungan dan pembangunan (khususnya infrastruktur) seringkali berhadapan. Bagaimana strategi Anda untuk memastikan tidak adanya kekerasan ataupun kriminalisasi terhadap masyarakat dan aktivis lingkungan yang membela hak publik?

Baca: Mardani: RUU Kebidanan Disahkan, Pedoman Bidan Indonesia Jadi Lebih Profesional
Baca: Prabowo Ditolak Jumatan di Masjid Kauman, Dahnil: Tenang, Beliau Shalat Hadap Kiblat Bukan ke Kamera
Kisi-kisi pertanyaan bidang energi
Pertanyaan pertama: Apa strategi untuk mencapai target 23 persen penggunaan energi terbarukan pada 2025? Apa langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan penggunaan energi fosil, meningkatkan batubara untuk beralih ke sumber daya angin, air, atau tenaga surya?
Pertanyaan kedua: Bagaimana Anda menanggapi bisnis tambang yang kerap menjadi ladang korupsi elit politik?
Dan, apa langkah Anda untuk menjamin agar penegakan hukum lingkungan kepada korporasi tidak diintervensi oleh aktor politik dan kepentingan pemilik modal besar?
Pertanyaan ketiga: Tentang energi nuklir, bagaimana Anda melihat alternatif nuklir sebagai sumber energi? Sudah siapkah Indonesia?
Pertanyaan keempat: Bagaimana nasib mega proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Lanjut atau stop?
Kisi-kisi pertanyaan bidang pangan
Pertanyaan pertama: Bagaimana cara Anda menekan impor pangan agar benar-benar sesuai kebutuhan?
Untuk Capres Joko Widodo, impor beras tahun 2018 menjadi impor terbanyak sepanjang Anda memerintah, 2,2 juta ton senilai lebih dari satu miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 15 triliun rupiah. Demikian pula dengan impor gula, mendapat sorotan. Padahal visi misi Anda di tahun 2014 mengendalikan impor pangan. Apa penjelasan Anda atas hal ini?
Untuk Prabowo Subianto, dalam visi misi Anda sejak tahun 2014 Anda menjanjikan akan menciptakan swasembada pangan dengan mencetak 2 juta hektar lahan apakah itu realistis? Bagaimana konkretnya?
Pertanyaan kedua: Bagaimana cara Anda menutup celah bermainnya mafia pangan? Misalnya, bagaimana cara memperkecil perbedaan harga pangan di Indonesia dan dunia? Atau bagaimana membuat data mengenai impor pangan lebih terbuka dan terkoneksi antar instansi?