Seminar Kebudayaan Permabudhi Sulsel Bahas Eksistensi Etnis Tionghoa
Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menggelar Seminar Nasional Kebudayaan
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan menggelar Seminar Nasional Kebudayaan bertema Tionghoa Merajut Keberagaman, Memperkokoh Peradaban, di Resto Bambuden, Makassar, Rabu (13/2/2019).
Seminar nasional menghadirkan Sejarawan Etnis Tionghoa Didi Kwartanada, Budayawan Alwi Racman, Antropolog UNM Halilintar Latief, dan peneliti etnis Tionghoa Yerry Wirawan.
Ketua Panitia, Fadma Dewi Liman mengatakan seminar ini untuk menyampaikan bagaimana eksistensi etnis Tionghoa dalam membangun bangsa.
"Indonesia merupakan negara multikultural, terlihat dari suku, budaya dan bahasa, salah satunya etnis Tionghoa. Sejatinya Tionghoa tidak bisa disebut sebagai etnis pendatang, karena sejak masa nusantara yang masih menganut sistem kerajan, Tionghoa sudah hadir hidup berdampingan dengan berbagai kalangan etnis lain," kata Fadma.
"Bahkan ratusan tahun setelah masa kerajaan berakhir, kebudayaan Tionghoa masih bergaul dengan tata cara kehidupan Indonesia," tambahnya.
Fadma berharap melalui seminar ini, setidaknya setiap pihak menyadari, sejatinya etnis Tionghoa mampu ikut berbaur dan damai bersama etnis lainnya, dan menepis semua prasangka buruk yang muncul sejak orde baru berkuasa.
Sementara Ketua Permabudhi Sulsel, Yonggris Lao mengtakan, budaya harus tampil mengambil peran untuk mempersatukan kita, karena budaya lahir dari kita dan untuk kita juga.
"Yang jadi masalah saat ini adalah bagaimana kita menempatkan budaya bersama sejalan dengan agama. Benturan antara agama dan budaya di beberapa tempat ini karena kurang bijaknya kita menempatkan budaya dan agama dalam kehidupan," kata dia.
Menurutnya, peradaban bisa dibangun dari nilai-nilai agama, modernisasi, tapi jangan sampai menghancurkan budaya kita.
"Kami harapkan, dalam momen perayaan tahun baru Imlek ini, kita bisa merefleksikan kembali, bagaimana orang Tionghoa ikut hadir dan berkontribusi untuk keberlangsungan negara ini. Kita semua etnis punya peran untuk membangun Indonesia," pungkasnya.
Laporan Wartawan Tribun Timur @Fahrizal_syam
Baca: Pascatarif Pertamax Turun, Premium di SPBU Toddopuli Habis Sejak Dua Hari
Baca: Daftar PPPK di ssp3k-daftar.bkn.go.id: Cara Buat Akun dan Dokumen Disiapkan, Semoga Lulus!
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :