Santi Menangis Saat Proses Pemusnahan Bukti Narkoba di Polrestabes Makassar

Mengenakan baju tahanan orange, perempuan berambut pirang itu terus tertunduk sambil menutupi wajahnya.

Santi  Menangis Saat Proses Pemusnahan Bukti Narkoba di Polrestabes Makassar
muslimin emba/tribun-timur.com
Tersangka penyalahgunaan narkoba, Santi Herawati (36) menangis saat dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan SatresNarkoba Polrestabes Makassar pada Desember 2018 dan Januari 2019, Selasa (12/2/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tertunduk malu, sambil meneteskan air mata, begitulah yang terpancar dari wajah Santy Herawati alias Santi (36), saat proses pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Selasa (12/2/2019).

Ibu rumah tangga yang berstatus tersangka penyalahgunaan narkoba itu tidak dapat menyembunyikan kesedihannya saat dijejer bersama tiga tersangka lainnya, Hedyan Amir alias Dyan, Trianto Rahmat alias Abang dan Dandi.

Mengenakan baju tahanan orange, perempuan berambut pirang itu terus tertunduk sambil menutupi wajahnya.

Terlebih saat beberapa awak media yang meliput kegiatan seremoni pemusnahan barang bukti narkoba itu.

Isak tangis Santi terdengar beberapa kali saat awak media hendak mengabadikan gambarnya yang diapit dua polisi bersenjata laras tanjang.

Tampak kesedihan Santi, seolah tidak menyangka dirinya bakal bernasib sama dengan pelaku penyalagunaan narkoba lainnya.

Dalam laporannya, Kasat ResNarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, mengungkapkan,Santi ditangkap bersama Hedyan Amir alias Dyan di Jl Minasaupa, Makassar,

"Barang bukti dari tersangka Santi Herawati berteman dengan Hedyan Amir
yang ditangkap pada 20 Desember 2018 di BTN Minasaupa ResidenMakassar, yang dimana pengembangannya merupakan milik dari Trianto Rahmat alias Rahamat yang merupakan napi narapidana di lapas narkotika Bolangi," ujar Diari Astetika dalam laporannya.

Pemusnahan barang bukti dengan cara pembakaran menggunakan mobil Incenerator milik BNN Sulsel, itu dipimpin Wakapolda Sulsel Brigjend Pol Drs Adnas MSi.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa, 10 kantong sabu seberat 4961,7836 gram, hasil pengungkapan pada Sabtu 12 Januari 2019 dengan dua orang tersangka Faisal alias Ical dan Dandi.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved