Breaking News:

Ini 10 Kejanggalan dari Kasus Tewasnya Aldama Putra, Taruna ATKP Makassar yang Dianiaya Seniornya

Ini 10 Kejanggalan dari Kasus Tewasnya Aldama Putra, Taruna ATKP Makassar yang Dianiaya Seniornya

Editor: Arif Fuddin Usman
muslimin Emba/ tribun Timur
Taruna-taruni tingkat I ATKP Makassar, hadiri prosesi pemakaman Aldama Putra (19), taruna ATKP Makassar yang tewas dianiaya seniornya, Rabu (6/2/2019) 

“Pas saya tiba (di RS Sayang Rakyat), saya disambut pelukan dan berkata, 'Bapak yang sabar ya. Kami sudah berusaha, tapi apa daya.' Di situlah saya langsung seperti tidak bisa berkata-kata lagi karena di pikiran saya anak saya sudah meninggal," tutur Pelda Daniel.

“Saya buka kainnya, saya lihat awajahnya banyak luka-lukanya di kepalanya, di pelipis dan di bawah matanya," ujar Pelda Daniel.

Dari temuan fakta di lapangan, Pelda Daniel menduga adanya penganiayaan yang menewaskan putranya tersebut.

7. Pengumuman Kemenhub, Aldama Tewas Dianiaya Senior

Terbukti, menyusul setelah mayat Aldama dipulangkan, keterangan yang disampaikan menteri perhubungan RI, justeru menyebut tewasnya Aldama karena dugaan ulah seniornya.

Baca: Aldama Putra di Mata Rekannya, Taruna ATKP MakassarTewas Dianiaya Seniornya

Baca: Paman Aldama Putra Taruna ATKP Makassar Harap Ada Sanksi Pelaku Penganiayaan

"#KawulaModa, duka mendalam dan belasungkawa atas meninggalnya Aldama Putra Pongkala (19 tahun), taruna Akademi Teknik Keselamatan dan Penerbangan Makasar pada Minggu, 3 Januari 2019 yang diduga akibat tindakan kekerasan oleh seniornya."

Demikian keterangan Kementerian Perhubungan melalui akunnya pada Instagram @kemenhub151.

8. Satu Orang Tersangka

Dari hasil rilis kasus tewasnya Aldama, pihak Polrestabes Makassar menyebut dengan lugas, Aldama tewas di tangan seniornya yang bernama Muhammad Rusdi.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo, telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Muhammad Rusdi alias Rusdi (21) yang merupakan senior Aldama di kampusnya.

Proses pemakaman Aldama Putra di TPU Padangalla, Kecamatan Mandai.
Proses pemakaman Aldama Putra di TPU Padangalla, Kecamatan Mandai. (Ansar)

Muhammad Rusdi ditetapkan berdasarkan laporan polisi LP /91/II/2019/Restabes Makassar/ Sek Biringkanaya, pada 4 Februari 2019 setelah melakukan penyelidikan.

Rusdi dijerat polisi dengan pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHPidana ancaman hukuman 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

9. Polisi Mencari Tersangka Lain

Polisi sudah memeriksa 20 orang saksi dan sejumlah rekaman CCTV dalam kampus ATKP, kemudian mengamankan tersangka, Muhammad Rusdi (21).

Menurut Kapolrestabes, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka bakal bertambah, apalagi ada persekongkolan pihak kampus yang mengaku korban tewas karena kecelakaan dan bukan ulah senioritas.

10. Tidak Terima Kasus Aldama Ditutupi

"Jadi informasi-informasi ini seolah (kampus) menutupi mereka punya ini, jadi saya berharap kalau bisa jangan seperti ini, berbohong menutupi kasus ini, makanya saya tidak percaya anak saya jatuh di kamar mandi," kata Pelda Daniel lagi belum ikhlas kasus anaknya disembunyikan.

Sebelumnya, bukan karena terjatuh di kamar mandi, pengakuan dari pihak kementrian perhubungan RI menyebut Aldama putra (19) meninggal karena dugaan ulah senior.

Fakta lainnya, Aldama Putra Pangkola (19) tewas dengan kondisi tubuh penuh lebam pada Minggu (3/2/2019) lalu.

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Aldama Putra Pangkolan, terjadi di kampus Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan atau ATKP Makassar meninggal, Minggu (3/2/2019).

Jenazah Aldama Putra Pangkolan telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Padangalla, Maros, Rabu (6/2/2019). (Penulis : Al Sobry)

Berita ini telah terbit di HAI-online.com dengan judul "10 Fakta Janggal Tewasnya Taruna ATKP Makassar Aldama Putra Karena Dianiaya Senior"

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved