Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wapada! Sebulan Ada 695 Kasus DBD di Sulsel, Tertinggi di Pangkep dengan 157 Kasus

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kasus DBD terus mengalami peningkatan setiap tahunya dan hampir merata di sejumlah

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul
munjiyah/tribunpangkep.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep sosialisasi pencegahaan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) sekaligus fogging (pengasapan jentik nyamuk) massal di kompleks Ruko Palampang, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (19/2/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Jumlah korban demam berdarah dengue (DBD) di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Sejak Januari hingga 5 Februari 2019 korban meninggal mencapai tujuh orang dari 695 kasus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kasus DBD terus mengalami peningkatan setiap tahunya dan hampir merata di sejumlah daerah.

Baca: Besok, Polda Sulsel Kembali Periksa 25 Saksi Korupsi Dana Hibah KPU Makassar

Baca: BTN Massifkan Akad Massal, Target KPR Tumbuh Hingga 25%

Misalnya saja, Kabupaten Barru ada 3 kasus, Bone 10 kasus, Bulukumba 75 kasus, Enrekang 20 kasus, Gowa 62 kasus, Jeneponto 12 kasus, Luwu Utara 5 kasus, Maros 61 kasus dan satu orang meninggal

Pangkep 157 kasus tiga meninggal, Palopo 12 kasus, Selayar 1 kasus, Sinjai 9 kasus, Soppeng 27 kasus dan dua orang meninggal, Takalar 78 kasus, Tana Toraja satu kasus, Makassar 21 kasus, Wajo 83 kasus dan satumeninggal, Toraja Utara 9 kasus

Menurut  Kepala BidangP2P Dinas Kesehatan Provinsi Sulaw esi Selatan Nurul Amil dari data diatas enam daerah  paling tinggi jumlah kasus penderita DBD.

Baca: Mantan Pacar Komika Ge Pamungkas Angie Ang Dituding Gunain Pelet, Mbah Mijan Ngakak

Diantaranya, Kabupaten Bulukumba, Gowa, Pangkep, Maros, Soppeng, Takalar dan Wajo. "Tidak darurat tetapi tetap waspada," kata Nurul kepada Tribun.

Nurul mengatakan tingginya kasus DBD di Sulsel disebabkan oleh beberapa faktor. Salahsatu penularnya  nyamuk danpenyakit berbasis lingkungan.

Masyarakat juga dianggap tidak aktif membersihkan lingkungan luar dan dalam rumah karena musim penghujan, sehingga meningkatkan resiko tumbuh dan berkembang biak daro jentik ke nyamuk dewasa.

Baca: HMI MPO Tantang Badan Narkotika Nasional Tes Urine Semua Caleg di Sulsel

"Apalagi musim hujan dilanda banjir, nyamuk berkembang biak dengancepat," paparnya.

Adapun upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi jumlah kasus penderita DBD meningkat adalah sebagai berikut.

Dinkes melakukan kewaspadaan dengan telah membuat surat edaran ke Kabupaten/kota dan di tindak lanjuti ke Puskesmas.

Kegiatan Foging fokus, untuk antisipasi penyebaran kasus semakin meluas dan pembagian bubuk abate pembunuh jenik.

Baca: VIDEO: Kabag Humas Pemkab Enrekang Doakan Tribun-Timur di HUT ke-15

Mendorong pemerintah kabupaten/kota melakukan gerakan 1 rumah 1 jumantik dengan pendekatan keluarga, memantau keberadaan jentik di setiap rumah tangga.

Kewaspadaan dini dan siap melakukan respon yg dilakukan secara rutin oleh seluruh puskesmas melalui pengiriman SMS setiap minggu dan memantau adanya alert  yg muncul.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved