Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Hebatnya Perjuangan Opu Daeng Risaju, Pahlawan Wanita Asal Kerajaan Luwu

Opu Daeng Risaju kemudian tertangkap oleh tentara NICA di Lantoro dan dibawa menuju Watampone dengan cara berjalan kaki sepanjang 40 km.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
int
Opu Daeng Risaju 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR- Opu Daeng Risaju merupakan sosok pahlawan wanita dari kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan.

Baca: Istri Wabup Luwu Timur: Saya Mau Seperti Opu Daeng Risaju

Baca: VIDEO: Begini Kisah Perjuangan Opu Daeng Risaju di Upacara Kemerdekaan Palopo

Keluarga Bangsawan

Terlahir dari keluarga bangsawan, sejak kecil dipanggil dengan nama Famajjah.

 

Nama Opu Daeng Risaju, diberi kepadanya sebagai gelar kebangsawanan Kerajaan Luwu.

Meski terlahir dari dari keluarga bangsawan, Fajjamah tidak pernah merasakan pendidikan seperti anak bangsawan lainnya.

Ia ditekankan untuk lebih memahami ajaran dan nilai-nilai moral leluhur yang berdasarkan pada budaya serta agama.

Terkait agama, ia biasa mempelajari ilmu fiqih melalui buku karangan Khatib Sulaweman Datuk Patimang.

Dalam mempelajari ilmu agama, ia ditemani oleh para ahli agama dan ulama.

Selain ajaran budaya, Fajjama juga mendapatkan edukasi tentang kebangsawanan di lingkungan kerajaan.

Dirikan PSII Palopo

Dilansir dari wikipedia, Opu Daeng Risaju kemudian mendirikan cabang PSII Palopo yang diresmikan pada 14 Januari 1930. Opu Daeng Risaju terpilih sebagai ketua PSII Palopo dalam rapat akbar yang dihadiri aparat pemerintah Kerajaan Luwu, pengurus PSII pusat, pemuka masyarakat, masyarakat umumnya, hingga pengurus PSII pusat yaitu Kartosuwiryo.

Akan tetapi, pada masa pendudukan Jepang, tidak banyak kegiatan yang Opu Daeng Risaju lakukan di PSII. Ini disebabkan karena pemerintahan Jepang melarang adanya kegiatan politik Organisasi Pergerakan Kebangsaan, termasuk PSII.

Opu Daeng Risaju mulai kembali aktif pada masa revolusi di Luwu. Revolusi ini diawali dengan kedatangan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di Sulawesi Selatan yang berkeinginan untuk menajajah kembali Indonesia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved