Legislator PAN Anggap Banjir Akibat Kesalahan Teknis
"Tumbangnya bendungan (Kareloe) maka kami akan bentuk pansus untuk menyelidiki kasus ini," katanya.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Hasrul
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Anggota DPRD Sulsel Komisi D, Syamsuddin Karlos menganggap penyebab banjir Jeneponto karena kesalahan teknis pembangunan waduk Kareloe.
"Bayangkan saja air sebanyak 16 meter, jarak tempuh banjir sebanyak 35 km, sampai tembok stadion roboh. Jembatan hanyut dan berpindah 75 meter, berbeda kasus di Gowa," katanya di DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Senin (4/1/2019).
Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Imlek 2019 Bahasa Inggris: Cocok untuk WA, IG & FB, Kirim Mulai Malam ini!
Baca: Kronologi Lengkap Penganiayaan Pegawai KPK di Hotel, Diungkap Polisi
DPRD Sulsel pun berencana untuk membentuk pansus banjir di Gowa, Jeneponto, Maros, dan Pangkep.
"Tumbangnya bendungan (Kareloe) maka kami akan bentuk pansus untuk menyelidiki kasus ini," katanya.
Ia juga meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menyelidiki.
Baca: UPDATE Penerimaan PPPK 2019, Dibuka 8 Februari, Dikhusukan Honorer Penyuluh Pertanian
Baca: Sol Sepatu Nike Ada Tulisan Mirip Lafaz Allah Dapat Protes Keras & Reaksi Otoritas Resmi Nike
"Ini kesalahan manusia, saya kira desainnya salah. Saya punya gambar sebelum dan sesudah banjir," katanya.
"Kami dalam wilayah DPRD provinsi, harus mempertanyakan hal itu kepada pihak balai karena banjir di Jeneponto itu luar biasa," katanta.(*)