PLN dan PDAM Jeneponto Berjibaku Normalkan Aliran Pascabanjir

Besarnya kerusakan yang diakibatkan peristiwa banjir bandang, membuat petugas PLN Rayon Jeneponto harus bekerja ekstra.

PLN dan PDAM Jeneponto Berjibaku Normalkan Aliran Pascabanjir
muslimin emba/tribun-timur.com
Petugas PLN Rayon Jeneponto berusaha memasang tiang listrik besi pengganti tiang linstrik beton yang tumbang di Desa Sapanang, Jeneponto. 

TRIBUNTIMUR.COM, JENEPONTO - Enam hari pasca banjir bandang yang menerjang Jeneponto, aliran listrik di kabupaten berpenduduk 430 ribu jiwa itu belum berfungsi normal.

Manager PLN Rayon Jeneponto, Ramlan Harahap, yang dikonfirmasi, Senin (28/1/2019), mengungkapkan saat ini pihaknya masih berupaya agar aliran listrik kembali normal ke semua pelanggang.

"Sampai saat ini, kami masih berusaha untuk perbaikan dan mengupayakan agar pelanggan bisa secepatnya menyala," kata Ramlan Harahap.

Besarnya kerusakan yang diakibatkan peristiwa banjir bandang, membuat petugas PLN Rayon Jeneponto harus bekerja ekstra.

Seluruh potensi dan kekuatan petugas PLN Rayon Jeneponto pun dikerahkan untuk memulihkan kembali aliran listrik di daerah yang berlokasi 84 kilometer selatan kota Makassar ibu kota Provinsi Sulsel.

Putusnya aliran listrik disebabkan rusaknya sejumlah perangkat atau komponen jaringan listrik akibat terjangan banjir.

Mulai dari Jaringan Tegangan Rendah (Jtr), menengah (Jtm) hingga sambungan rumah warga (Sr).

"Jadi kami sudah membagi tugas masing-masing per item pekerjaan, ada yang khusus Jtm, Jtr dan Sr. Dan kami sudah menyiagakan pelayanan 24 jam," ujar Ramlan Harahap.

Satu dari beberapa daerah terparah terdampak banjir ialah di Desa Sapanang. Pasalnya, desa ini berlokasi tepat di tepi aliran sungai Kelara.

Di desa itu, 14 rumah hanyut terbawa arus banjir, 183 rumah rusakan berat, 105 rumah rusak ringan.

Halaman
123
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved