Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PLN dan PDAM Jeneponto Berjibaku Normalkan Aliran Pascabanjir

Besarnya kerusakan yang diakibatkan peristiwa banjir bandang, membuat petugas PLN Rayon Jeneponto harus bekerja ekstra.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
muslimin emba/tribun-timur.com
Petugas PLN Rayon Jeneponto berusaha memasang tiang listrik besi pengganti tiang linstrik beton yang tumbang di Desa Sapanang, Jeneponto. 

Pihak PDAM Jeneponto pun hingga hari ke enam pasca banjir ini, belum dapat memastikan kapan aliaran air akan kembali normal.

"Kami belum bisa pastikan kapan akan kembali normal, tapi kita upayakan beberapa hari kedepan untuk segera kembali normal. Ini sementara saya di Makassar bawa semua pompa rusak terendam lumpur sama panel-panel yang rusak dan hilang," kata Plt Dirut PDAM Jeneponto, Junaedi.

Menurut Junaedi, kerusakan terparah terjadi di instalasi yang berada di Dusun Munte, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, atau sekitar 8,1 kilometer dari kota Bontosunggu, pusat perkantor Pemerintah Jeneponto.

"Dari total tiga instalasi, yang di Munte paling parah kerusakannya. Total 17 panel yang rusak, 11 rusak karena terendam, enam yang hilang terbawa banjir jadi harus diganti. Sementara di instalasi Kalakkara dan Sapanang menhalami kerusakan pada pompa air baku karena terendam banjir," ujar Junaedi.

Khusus untuk perbaikan perangkat panel dan pompa ketiga instalasi yang rusak itu, pihaknya sudah mengestimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp 1 milliar.

"Sudah saya rinci anggarannya kalau untuk pergantian atau pengadaan pompa dan panel baru itu membutuhkan  Rp 6 milliar. Tapi untuk saat ini kita upayakan untuk perbaikan dan dananya itu kita estimasi Rp 1 milliar," jelas Junaedi.

Namun, pihaknya mengaku, hingga saat ini ketersediaan anggaran perbaikan itu belum diterima dari Pemkab Jeneponto.

"Saya sudah dijanji akan diberikan Rp 1 milliar untuk perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada anggarannya, kita sementars tunggu-tunggu ini," tuturnya.

Selain merusak instalasi pengolaan air PDAM, banjir juga memutus jembatan Munte yang menghubungkan desa Mangepong dan dua desa lainnya, Bontomate'ne dan Bululoe.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved