Hindari DBD, Dinkes Maros Imbau Warga Lakukan ini
Meski DBD menyerang, namun Dinan Kesehatan atau Dinkes belum melakukan Fogging atau penyemprotan ke pemukiman warga
Penulis: Ansar | Editor: Nurul Adha Islamiah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 61 warga Maros terjangkit penyakit demam bedarah atau DBD. Satu bayi meninggal saat sementara menjalani perawatan medis di RSUD Salewangang.
Meski DBD menyerang, namun Dinan Kesehatan atau Dinkes belum melakukan Fogging atau penyemprotan ke pemukiman warga. Alasannya, Dinkes masih mendata lokasi yang terkena wabah penyakit DBD.
Kepala Dinkes Maros, Maryam Haba mengatakan, Selasa (29/1/2019) untuk langkah awal, pihaknya sementara mengumpulkan data dari 14 Puskesmas, serta rumah sakit untuk dilakukan pemetaan daerah DBD.
Baca: Pascabanjir, 61 Warga Maros Terjangkit DBD, 1 Bayi Meninggal
Baca: Tips Anak Tumbuh Sehat Ala Bidan Berprestasi di Bontoa Maros
Baca: Cerita Bidan Devi, Menangis Hingga Nyaman Ditugaskan di Bontoa Maros
"Rencananya, Kamis mendatang, Dinkes bersama lintas sektor, akan turun lapangan untuk mencari solusi penekanan wabah demam berdarah ini," kata Kadis Kesehatan Maros tersebut.
Maryam mengimbau warga untuk menjaga sanitasi lingkungan, membersihkan bak air dan membakar atau mengubur sampah yang ditempati nyamuk untuk bertelur.
Warga juga harus aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, serta mengaktifkan gerakan satu rumah juru pemantau jentik (jumantik).
Pada gerakan tersebut, warga harus melaporkan kondisi rumahnya, apakah ada jentik atau tidak.
"Dengan memperhatikan sanitasi lingkungan dan mengaktifkan Jumantik, menjadi langkah ampuh untuk mencegah berkembangnya wabah DBD. Kita semua harus berusaha, supaya keluarga kita terhindar dari DBD," katanya.
Warga tidak boleh membiarkan adanya sampah berserakan dan bak air yang kotor. Setiap saat sampah dan bak harus dibersihkan, supaya nyamuk tidak memiliki tempat bertelur.
Jika ada anak yang sakit, orangtua harus segera melaporkannya ke Puskesmas. Saat ini, anak rawan terkena DBD dibanding orang dewasa.
"Tingkat ketahanan tubuh anak masih lemah. Makanya usia anak ini dominasi pasien DBD," katanya.
Baca: Siswa dari 3.531 Sekolah Dipastikan Tak Bisa Ikut SNMPTN 2019, Jangan Khawatir Masih Ada SBMPTN
Baca: 91 Rumah Rusak, TNI-Polri di Sidrap Turun Bantu Korban Angin Kencang
Baca: Bonceng Kotak Suara, Petugas PPK Tanrilili Maros Tabrak Sapi
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
Baca: Polisi Ringkus Pengedar Ekstasi di Sidrap
Baca: Kabar Terbaru CPNS 2019, Hanya Digelar di Tiga Provinsi, Cek Jadwalnya! Ada juga Penerimaan PPPK
Baca: Detik-detik Cucu Presiden Jokowi Jan Ethes Takut dengan Andre Taulany, Sule Tak Sadar, Cek Videonya
Baca: Kabar Terbaru CPNS 2019, Hanya Digelar di Tiga Provinsi, Cek Jadwalnya! Ada juga Penerimaan PPPK