Hanya Karena Dua Pertanyaan ini, 17 Ribu Pasang Putus Setelah Dengar Stand Up Comedy dari Skotlandia

Baru-baru ini Daniel Sloss, seorang komedian dari Skotlandia, telah mengubah hubungan percintaan banyak orang dari stand up komedi-nya.

Hanya Karena Dua Pertanyaan ini, 17 Ribu Pasang Putus Setelah Dengar Stand Up Comedy dari Skotlandia
Netflix via brightside
Daniel Sloss 

TRIBUN-TIMUR.COM-Komika asal Skotlandia, Daniel Loss telah mengubah hubungan percintaan banyak orang dari Stand Up Comedy-nya.

Daniel Sloss membuat pidato istimewa dan benar-benar filosofis hanya pada satu gagasan yang mengubah kehidupan ribuan pasangan.

Menurut Komedian itu sendiri, cinta sejati tidak akan terpengaruh oleh pendapatnya.

Baca: Selain Liliyana Natsir, Pebulutangkis Ganda Campuran Indonesia ini Juga Putuskan Gantung Raket

Baca: Kok Bisa Harga Durian J-Queen Bisa Mencapai Rp 14 Juta? Ternyata Penemunya Bukan Lulusan Pertanian

Baca: Dulu Sempat Mengelak, Kini Raffi Ahmad Curhat Dikeluarkan Dari Pesbukers, Ada Masalah Apa?

Baca: Sosok Anders Antonsen, Pebulutangkis Muda Denmark yang Bungkam Kento Momota, Intip Foto Gantengnya

Setelah pertunjukan, efeknya sungguh sulit dipercaya.

Daniel Sloss mulai menghitung orang-orang yang mengakhiri hubungan mereka dan menyelamatkan hidup mereka sendiri.

Jumlahnya telah mencapai 17.000 pasangan.


Daniel Sloss
Daniel Sloss (Netflix)

Sebagimana dilaporkan Bright Side, Daniel Sloss berbicara tentang betapa tidak populernya menjadi lajang atau jomblo.

Dia memberikan banyak bukti bahwa setiap orang memiliki ide ini di kepala mereka sejak kecil.

Baca: Ketua PMI Maros Intruksikan Warga Kuri Caddi Diberi Bantuan

Baca: Aksi Spontanitas Personel Lantamal VI, Berhasil Kumpul Rp 21 Juta Untuk Korban Banjir

Baca: Putuskan Pensiun Setelah 24 Tahun, Liliyana Natsir Raih 51 Gelar hingga Jadi Legenda Ganda Campuran

Dia mengutip cerita ayahnya, yang menjelaskan arti hidup kepada Daniel yang saat itu berusia 7 tahun, seperti berikut:

"Dengar, Nak. Bayangkan bahwa kehidupan setiap orang adalah teka-teki. Kami menghabiskan seluruh hidup kami mencoba menemukan semua bagian menggunakan pengalaman dan pelajaran yang kami pelajari, sampai kami mendapatkan versi yang lebih baik.

Tapi masalahnya, semua orang telah kehilangan kotak untuk teka-teki itu. Jadi, tidak ada yang tahu apa yang seharusnya mereka miliki pada akhirnya.

Halaman
1234
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved