Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sejarah Kalla Group di Makassar, Berdiri Sejak 1952

Usaha ini digarap oleh Haji kalla dan Hajjah Athirah Kalla yang tidak lain adalah orang tua dari Jusuf Kalla.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR- Kalla Group merupakan kelompok peruahaan terbesar di Indonesia Timur yang berpusat di Makassar.

Tak banyak yang tahu, perusahaan ini berawal dari usaha tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan.

Usaha ini digarap oleh Haji kalla dan Hajjah Athirah Kalla yang tidak lain adalah orang tua dari Jusuf Kalla.

Sukses di kota terbesar keempat di Sulawesi Selatan, Haji Kalla merambah berdagang ke Makassar pada 18 Oktober 1952.

Bisnisnya terus berkembang, lima tahun kemudian merambah bisnis transportasi dan membeli mobil truk internasional untuk mengangkut hasil bumi dari Bone ke Makassar.

Selain itu, mengoperasikan mobil penumpang jenis station wagon yang melayani trayek Makassar-Bone, dan diberi nama Cahaya Bone. Selanjutnya memberanikan diri mendirikan NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, yang fokus menekuni bidang perdagangan dan logistik.

Diserahkan ke Jusuf Kalla

Jusuf Kalla (tengah) didampingi AThirah dan Jusuf Kalla
Jusuf Kalla (tengah) didampingi Athirah dan Haji Kalla 

Dilansir dari wikipedia, Haji Kalla menyerahkan tongkat kepemimpinan bisnisnya kepada Jusuf Kalla pada 1967, dan didirikanlah perusahaan kontraktor konstruksi Bumi Karsa.

Pada 1969, memasuki bisnis otomotif dengan menjadi importir mobil merek Toyota. Mula-mula mengimpor mobil Toyota dengan semi knocked down, kemudian mobil dirakit di Makassar. Kemudian NV. Hadji Kalla menjadi agen traktor mini merek Kubota untuk keperluan pertanian.

Pada 1980, NV. Hadji Kalla melebarkan sayap bisnis otomotif melalui PT Makassar Raya Motor, menjadi dealer mobil Daihatsu dan dealer truk Nissan Diesel. Seiring dengan program mobil nasional maka perusahaan ikut menjadi dealer Timor dan kemudian menjadi KIA.

Di era 1990-an, perusahaan merambah ke bidang perdagangan dengan PT Bumi Sarana Utama yang bergerak sebagai dealer aspal curah, yang banyak mengerjakan proyek infrastruktur jalan dan bandara. Ekspansi tidak berhenti di sana.

Di bidang properti, didirikan PT Baruga Asrinusa Development, yang mengembangkan berbagai kawasan perumahan elit dengan berbagai fasilitas seperti perkantoran, malruko, pusat niaga, turisme agro, tempat rekreasi, sarana pendidikan, dan sarana keagamaan.

Bukan hanya rumah mewah, rumah tipe kecil pun dikembangkan untuk membantu masyarakat menjangkau perumahan yang layak huni.

Ada juga PT Kalla Inti Karsa yang menjangkau pengembangan pasar tradisional, sampai membangun Mal Ratu Indah, pusat perbelanjaan terbesar dan termegah di kawasan Indonesia Timur serta mengoperasikan Hotel Sahid Makassar.

Dipegang Fatimah Kalla

Fatimah Kalla
Fatimah Kalla (internet)

Saat Jusuf Kalla diminta menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian pada 1999, maka tampuk kepemimpinan dilimpahkan kepada Fatimah Kalla.

Hadji Kalla telah berkembang menjadi perusahaan berskala nasional dan mempunyai misi untuk menjangkau kesuksesan di pasar global dan bertransformasi menjadi Kalla Group.

Kini bisnisnya terus menggurita dari mulai sektor perdagangan otomotif konstruksi, properti, transportasi darat, laut dan udara, juga merambah ke sektor energi, dan perdagangan karbon, pembiayaan & logistik.

Ekspansi ini merupakan hasil dari kerja keras penuh ketekunan selama bertahun-tahun, dengan mengatasi berbagai kesulitan dan krisis ekonomi di negeri ini dilandasi keyakinan bahwa bekerja merupakan ibadah.

Untuk melayani semua pelanggan dengan cara yang lebih profesional, terpusat dan terintegrasi, sejak Januari 2010 Kalla Group memindahkan semua kegiatan operasional pusat ke Wisma Kalla.

Kalla Group juga ingin lebih berpartisipasi lagi dalam pembangunan bangsa, untuk itu melalui PT Bukaka Teknik memulai proyek konstruksi monorel di Makassar yang akan menghubungkan bandara Hasanuddin ke pusat kota Makassar.

Kalla Group juga akan memulai perdagangan karbon di Indonesia, dengan demikian siap menginvestasikan lahan seluas dua juta hektar untuk hutan lindung melalui anak perusahaan PT Hutan Amanah Lestari dan PT Haka Sarana Investama.

Banyak bidang yang telah di sasar oleh Kalla Group. Bahkan Kalla Group juga membentuk banyak yayasan sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Berikut daftar perusahaan Kalla Group dari berbagai bidang.

Otomotif
PT Hadji Kalla (Toyota)
PT Makassar Raya Motor (Daihatsu)
PT Kars Inti Amanah (KIA, Chrysler, Jeep, Dodge)
PT Bumi Jasa Utama (Kalla Transport)
Finance
PT Amanah Finance

Konstruksi
PT Bumi Karsa
PT Bumi Sarana Utama
PT Bumi Barito Utama
PT Bumi Sarana Beton
PT Bukaka Teknik Utama

Transportasi dan logistik
PT Makassar Monorail Indonesia
PT Bukaka Lintas Tama
PT Jelajah Laut Nusantara
PT Bumi Lintas Tama
PT Bumi Logistik Utama
PT Nusantara Aircharter
PT. Bumi Jasa Utama

Energi
PT Poso Energy (PLTA Poso)
PT Malea Energy
PT Kalla Electrical System
PT Bumi Mineral Sulawesi
Properti
PT Kalla Inti Karsa (Kalla Property)

Bugis Bistro
Warung Kuliner
Saoraja Ballroom
Mal Ratu Indah
Wisma Kalla
djuku
Nipah
PT Baruga Asrinusa Development
Andalas
Andalas Regency
Java Regency
Bali Regency
Bukti Baruga
PT Inti Karsa Persada
Sekolah Islam Athirah

Retail
PT Kalla Retail Indonesia (Pasar Kalla)
Kehutanan
PT Amanah Hutan Lestari
Yayasan
Yayasan Kall

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved