Gabung ke PSM Makassar, Aaron Evans Depak Hendra Wijaya dari Nomor Punggung 2
Bergabung bersama Laksar Pinisi, Aaron Evans memakai nomor punggung 2. Nomor tersebut sama dengan nomor punggungnya di Barito Putera.
TRIBUN-TIMUR.COM-PSM Makassar resmi merekrut stopper asing, Aaron Evans.
Eks pemain Barito Putra itu pun mengaku bahwa PSM Makassar adalah salah satu klub hebat di Indonesia dan memiliki atmosfer yang luar biasa.
"Saya sangat senang berada di sini saya tiba dari Bali tadi pagi dan tadi tes medis, saya sangat senang semua berjalan dengan baik dan senang bisa bergabung dengan PSM," ujarnya.
Baca: Aaron Evans dan Eero Markkanen Hanya Dikontrak Semusim oleh PSM Makassar
Baca: PSM Makassar Tim Pertama Eero Markkene di Indonesia, Aaron Evans Tim Kedua
Pemain berpaspor Australia berdarah Kroasia itu pun memberikan ucapan terima kasih terkhusus kepada CEO PSM, Munafri Arifuddin, yang memberikannya kesempatan kembali berkiprah di sepakbola Indonesia.
"Ini tahun ketiga saya di Indonesia, saya berterima kasih ke Pak Appi yang memberikan saya kesempatan bermain di klub luar biasa ini," tambahnya.
Selain memuji klub berjuluk Laskar Pinisi itu, Aaron juga tak sabar ingin bertemu dan beraksi di hadapan para fans atau suporter PSM.
Baca: Wabup Bulukumba Rekomendasikan Alfred Riedl Jadi Pelatih PSM
Baca: Nike Air Max 1 Terbaru, Bahan Material Seperti Rumput Golf dan Harganya Hanya Rp 2 Juta
"Saya senang sekali dan tidak sabar bermain dan bertemu dengan fans. Saya harap kontribusinya saya akan menghasilkan apa yang diharapkan PSM," tutupnya.
PSM Makassar resmi memperkenalkan dua rekrutan anyarnya untuk musim kompetisi 2019 mendatang.
Kedua pemain asing ini yakni Aaron Evans yang berposisi sebagai Stopper.
Kemudian Eero Markkanen yang didatangkan untuk mengisi posisi striker.
Baca: Kapolres Palopo Tinjau Persiapan Pemilu 2019
Baca: Tak Cukup Bukti, Driver Taksi Online yang Dituduh Lecehkan Penumpang Dibebaskan Polsek Tamalanrea
Pengenalan kedua pemain asing tersebut berlangsung di Hotel Aryaduta Makassar, Senin (14/1/2019).
CEO PSM, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa keduanya dikontrak untuk satu musim.
"Untuk sekarang ini kontrak durasi satu tahun," ucap Appi sapaan Munafri.
Nomor Punggung 2
Bergabung bersama Laksar Pinisi, Aaron Evans memakai nomor punggung 2.
Nomor tersebut sama dengan nomor punggung yang ia pakai saat masih bermain dengan Barito Putera.
Ia pun mendepak nama Hendra Wijaya yang sebelumnya memakai nomor punggung tersebut di musim Liga 1 2018.
Manajemen PSM Makassar pun belum menentukan nomor punggung yang akan dipakai Hendra Wijaya di musim Liga 1 2019 nanti.
Loyalitas Hendra Wijaya
Hendra Wijaya telah membuktikan loyalitasnya bersama PSM Makassar.
Tidak tanggung-tanggung, pemain dengan nomor punggung 2 telah berseragam di klub Ayam Jantan dari Timur selama lebih satu dekade, tepatnya selama 10 tahun.
Sebenarnya, ada nama lainnya yakni M Rahmat yang turut masuk sebagai pemain PSM yang telah mengabdi selama satu dekade lebih.
Baca: Soal Peluang Kiper PSM Makassar Hilman Syah di Timnas Indonesia U-22! Indra Sjafri Bilang Begini?
Baca: Gol Reva Adi Utama ke Gawang Mitra Kukar Jadi Gol Terfavorit Liga 1 2018, Kalahkan Gol Ini?
Namun pada kesempatan kali ini, Tribun Timur mencoba mengajak Hendra Wijaya untuk berbagi pengalaman selama di PSM.
Banyak hal diakui Hendra menjadi kenangan dalam suka dan duka sebagai pemain PSM selama 10 tahun terakhir.
Dan bagi pemain kelahiran Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel 4 Agustus 1989 ini, ada satu momen yang tak pernah dia lupa seumur hidupnya.
Pengalaman itu adalah saat PSM Makassar berlaga pada babak play off di Jepara 2013 silam. Saat itu PSM mengikuti Indonesia Primer Liga (IPL).
Ketika itu, kompetisi kasta tertinggi sepakbola di Indonesia terpecah dua. IPL yang dibentuk pada 2010 dan dibuat oleh Arifin Panigoro.
Kompetisi ini untuk menandingi Indonesia Super Liga (ISL) buatan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Play-off Liga Super
Waktu itu, PSM memilih meninggalkan kompetisi ISL pada musim 2010/2011 lalu ikut di IPL bersama 15 klub lainnya hingga musim 2012-2013.
Ke-15 klub lainnya, yakni Arema Indonesia, Bontang FC, Persebaya 1927, Persema FC, Perseman Manokwari, Persepar Palangkaraya, Persiba Bantul.
Baca: Bek Senior PSM Makassar Reunian Sesama Mantan Pemain Timnas Indonesia di Mekkah! Ketemu Siapa?
Baca: Libur Kompetisi, Zulkifli Syukur dan Keluarga Wisata Religi dan Ibadah Umrah di Tanah Suci
Lalu, Persibo Bojonegoro, Persija 1928, Persijap Jepara, Persiraja Banda Aceh, Pro Duta FC, PSIR Rembang, PSLS, dan Semen Padang FC.
Lantas, PSSI yang berhasil mendongkel Arifin Panigoro akhirnya mengambil tindakan dengan membubarkan IPL yang dianggap ilegal.
Nah, untuk menentukan nasib 16 klub IPL, empat diantaranya harus ditentukan melalui babak play off agar untuk masuk kembali ke kompetisi ISL pada musim 2013-2014.
"Yang tidak bisa dilupakan waktu PSM berjuang saat play off di Jepara untuk lolos kembali ke Liga Super. Waktu itu PSM ikut IPL," kenang Hendra Wijaya.
Laga pada putaran kedua PSM harus menghadapi Persijap Jepara di Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Kamis 24 Oktober 2013.
Laga Hidup-Mati
Pertandingan tersebut layaknya partai hidup mati bagi Hendra cs. Sebab Persijap kala itu unggul poin dari PSM.
Beruntung, PSM sukses meraih kemenangan 0-2 atas Persijap sekaligus finis di posisi keempat dan mendapat tiket ke ISL 2013-2014.
Baca: Demi Kereta Listrik, Dubes China Temui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rujab! Ini Dibicarakan?
Baca: Ini 5 Fakta Sang Maestro PSM Makassar Wiljan Pluim, Rayakan Ulang Tahun Ke-30
"Di sana (Jepara), kita berjuang bersama pelatih, manajemen, seluruh pemain, dan pendukung untuk bisa kembali ke liga resmi bentukan PSSI (ISL)," papar Hendra.
Meski Persijap kalah dari PSM, mereka kemudian juga tetap mendapat tiket ke ISL lantaran sukses menempati posisi ketiga klasemen sementara.
Sementara itu dua tim lain yang juga lolos kompetisi ISL, adalah Semen Padang (Posisi 1) dan Produta (Posisi 2).
Namun andai PSM menelan kekalahan pada saat itu, Hendra mengaku tim asal Makassar, khususnya Sulsel tersebut akan mengalami kerugian telak.
"Kalau pas play off kita kalah, ya kita tidak akan masuk ke liga super yang diakui FIFA dan PSSI waktu itu," ungkap Hendra.
Hendra sendiri telah bersama PSM sejak 2008 silam. Saat pertama kali berseragam PSM, ia berstatus sebagai pemain magang.
Kiprah di PSM U-21
Lalu masuk tim PSM U-21 yang akhirnya berkiprah di kompetisi resmi buatan PSSI di ajang ISL U-21. Seangkatan dengan M Rahmat Syamsuddin Leo.
Kini, Hendra masih memegang status sebagai pemain PSM hingga 2019 setelah kontraknya diperpanjang Manajemen PT PSM.
Baca: TRIBUNWIKI: Disebut Hengkang dari PSM Makassar, Ini Profil Winger Zulham Zamrun
Baca: Tinggal Guy Junior yang Belum Ada Kepastian di Skuad PSM untuk Liga 1 Musim 2019
Hendra yang telah berkeluarga dan dikarunia seorang putri ini berharap bisa mengakhiri kariernya bersama Ayam Jantan dari Timur.
"Saya pertama kali perkuat PSM tahun 2008. Saat itu saya sudah terdaftar di PSM U-21 lalu dipromosikan ke tim senior (PSM),” jelasnya.
Sejak tahun 2009, Hendra tak pernah lepas darfi PSM. Ia juga pernah diasuh Robert ketika melatih PSM pada ISL musim 2010/2011 –sebelum kemudian di tengah jalan PSM mundur dari ISL.
“Doakan saja semoga saya tetap bisa bersama PSM sampai pensiun," harap pemain yang berusia 29 tahun ini. (*)
DATA DIRI
Nama lengkap: Hendra Wijaya
Tanggal lahir: 4 Agustus 1989 (umur 29)
Tempat lahir: Sungguminasa, Indonesia
Tinggi: 1,72 cm (1∕2 in)
Posisi bermain: Bek
Klub saat ini: PSM Makassar
Nomor: 2
Karier junior
2008-2009 PSM U-21
Karier senior
2009- PSM Makassar 18 (0)
6 Pemain Baru PSM Makassar
PSM Makassar resmi memperkenalkan enam pemain baru untuk mengarungi kompetisi 2019.
Perkenalan pemain ini berlangsung di Hotel Aryaduta, Makassar, Minggu (13/1/2018).
CEO PSM, Munafri Arifuddin, mengaku bahwa rekrutan pemain baru ini adalah gelombang pertama dan masih akan memperkenalkan pemain baru lainnya.
"Ini baru, masih akan ada yang akan kita perkenalkan lagi," ujar Munafri.
Adapun enam pemain yang diperkenalkan yakni
Bayu Gatra,
Benny Wahyudi,
Munhar,
Yandi Sofyan,
Taufik Hidayat dan
Herry Prasetyo.
Pemain PSM U19 Promosi ke Tim Utama
PSM Makassar terus bergerak melengkapi komposisi skuadnya jelang kompetisi 2019. Setelah melepas 12 pemain, Laskar Pinisi pun melakukan perekrutan pemain baru secara bertahap.
Tahap pertama, sebanyak enam pemain baru diperkenalkan, di Hotel Aryaduta, Makassar, Minggu (13/1/2018).
Dari enam pemain, empat diantaranya merupakan eks Madura United yakni Bayu Gatra, Munhar, Benny Wahyudi dan Herry Prasetyo.
Sementara dua lainnya yakni Taufik Hidayat dan Yandi Sofyan merupakan serdadu Bali United musim lalu.
Setelah mendatangkan enam pemain baru ini, CEO PSM, Munafri Arifuddin, mengatakan tim kepelatihan dan manajemen akan memperkenalkan pemain baru lainnya.
Termasuk dua hingga tiga pemain skuad PSM U19 yang rencananya akan dipromosikan ke tim senior.
"Setelah kita menerima raport skuad mudanya kita di PSM U19, kita akan menarik dua hingga tiga pemain untuk promosi ke tim senior," ujar Appi sapaan Munafri.
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aaron-evans-dan-hendra-wijaya.jpg)