Massau', Aktivitas Warga Polman Mencari Air Bersih di Sungai Mandar
Sungai Mandar merupakan salah satu daerah aliran sungai (DAS) terbesar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Penulis: edyatma jawi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi
TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN -- Sungai Mandar merupakan salah satu daerah aliran sungai (DAS) terbesar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Sungai Mandar melintasi beberapa kecamatan di daerah ini. Diantaranya Kecamatan Tubbi Taramanu, Alu, Limboro hingga Tinambung. Bahkan sungai ini memiliki hulu yang berada di Kabupaten Majene.
Berdasarkan data di website Polman.go.id, terdapat enam DAS di daerah ini. Diantaranya Sungai Maloso, Matakali, Binuang, Silopo, Timbo dan Sungai Mandar.
Baca: Jalanan Menuju Kampus STAI DDI Pangkep Berlubang
Baca: Hotman Paris Kaget Wawancara Eks Mucikari Artis Robby Abbas, Ungkap Pria Hidung Belang dari Pejabat
Baca: Ini Penyebab Aset Abu Tours Belum Bisa Dibagikan ke Jemaah
Baca: Nasdem Sinjai Jadikan Survei LSI Sebagai Motivasi Buat Kader
Baca: Jarang Terjadi! Acara Malam Mappacci Putra Nurdin Abdullah, Pertemukan SYL dan Amin Syam
Baca: Cari Tahu Melempemnya Industri Maritim Sulsel, Ikatan Alumni Teknik Unhas Adakan Tudang Sipulung
Baca: Hujan Berpotensi Guyur Kabupaten Wajo Sejak Pagi Hingga Sore
Baca: Ketua Bawaslu Pangkep: Dirut Perusda Sulsel Tidak Terbukti Melanggar
Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog, Lulusan SMK D3 & S1, Tutup 13 Januari, Buruan Daftar Online di Link Ini
Baca: Resmob Polsek Panakkukang Bekuk DPO Curas
Sungai Maloso merupakan yang terbesar dengan luas 99.299,51 hektar. Sementara Sungai Mandar merupakan yang terbesar kedua dan memiliki luas 48.034,74 hektar.
Sungai Mandar juga sarat nilai histori. Salah satunya penanaman Mandar yang kelak menjadi identitas kedaerahan dan kesukuan memiliki benang merah dengan sungai ini.
Sejak dulu, aktivitas warga di daerah ini tak terlepas dari Sungai Mandar. Sungai ini menjadi sumber air utama sekaligus jalur transportasi.
Hingga kini, Sungai Mandar juga masih banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya untuk pemenuhan air minum masyarakat.
Seperti yang dilakukan Hamzah warga Desa Palece, Kecamatan Limboro, Polman. Ia bersama warga lain rutin mengambil air di Sungai Mandar untuk kebutuhan rumah tangga. Dalam bahasa lokal Mandar, aktivitas ini disebut massau' uwai atau dapat diartikan menimba air.
Hamzah dan warga lainnya tidak langsung mengambil air dari sungai. Cara yang mereka lakukan yakni membuat lobang di pinggiran sungai.
Lobang yang digali cukup dangkal. Hanya berkisar 30 hingga 50 centimeter. Dalam lobang itu dipasang wadah plastik seperti ember untuk menahan agar batu dan pasir tidak menutupi lobang.
Sementara bagian bawah ember itu dilobangi agar air sungai mengalir dan memenuhi galian tersebut.
Lobang yang telah digali dibiarkan beberapa saat, hingga rembesar air sungai jernih. Barulah air ditimba dan dimasukkan dalam jerigen.
Hamzah biasanya membawa 12 jerigen bervolume lima liter untuk diisi air. Persediaan itu bisa bertahan hingga tiga hari untuk digunakan di rumahnya.
"Tiga hari cappu, lamba bomi tau ma'ala (Tiga hari habis, kita pergi lagi ambil air,red)," ungkap Hamzah dalam Bahasa lokal Mandar, Kamis (10/1/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mengambil-air-minum-di-sungai-mandar.jpg)