Cerita Bupati Bone saat Berhenti Merokok, Ajak Rokoknya Bicara
Selama tiga jam lebih, Andi Fashar banyak bercerita tentang pengalamannya menimpin Kabupaten Bone yang sudah memasuki periode kedua.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasrul
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi berkunjung ke kantor Tribun Timur, di Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Kamis (10/1/2019).
Selama tiga jam lebih, Andi Fashar banyak bercerita tentang pengalamannya menimpin Kabupaten Bone yang sudah memasuki periode kedua.
Tak hanya soal pemerintahan, Ia juga menceritakan berbagai pengalaman pribadinya, salah satunya saat dimana Ia memutuskan untuk berhenti merokok.
Baca: Bupati Bone Bahas Tambang Galian C di Tribun Timur
Baca: Anggaran Dinas Kominfo Wajo Meroket, Ternyata Ini Programnya
Baca: Di Wajo, Buang Sampah di Sungai Kena Denda Rp 5 Juta
Andi Fashar mengaku berhenti merokok mulai tanggal 26 Desember 2016, saat dirinya sedang dalam momen kampanye menuju pencalonan bupati periode kedua.
Ia mengungkapkan, sebelumnya ia termasuk perokok berat yang selalu beraktivitas sambil membawa rokok, hingga kemudian Ia kehilangan suara pada momen kampanye.
"Saya dulu perokok berat. Saya merokok merek Contessa, yang warna-warni itu, lalu tiba-tiba sempat hilang suara, suara saya mulai parau," ungkap Fashar.
Baca: Creator Makassar Ngumpul di Tribun, Tumming-Abu, Super DJ, Basitoayya, dan Rere Art2Tonic
Baca: Pemkab Pinrang Peroleh Adipura ke-9
Ia kemudian mencari di internet penyebab suara paraunya, dan ia menemukan bahwa penyebab utamnya adalah karena rokok.
"Ini sudah mau kampanye tapi suara hilang, kalau suara saya hilang, suara dari rakyat juga bisa hilang ini," kata Fashar sambil tertawa.
Merasa aktivitasnya diganggu rokok, Fashar pun bertekad berhenti merokok. Pada suatu malam, di kamar hotel ia memesan sop buntut dan secangkir kopi.
"Saya sudah bertekad mau berhenti. Lalu saya Salat Isya dan berdoa agar dapat berhenti merokok, setelah itu saya pesan sop buntut, saya buat sopnya pedis, agar setelah dimakan niat merokok itu muncul," tuturnya.
Baca: Peduli Sesama, Dandim 1425 Jeneponto dan Persit KCK XXXIII Lakukan Ini
Benar saja, Fashar yang kepedisan akibat sop buntut nyaris tak mampu menahan keinginan untuk mengisap sebatang rokok, sambil menyeruput secangkir kopi. Namun karena tekadnya, Ia terus berjuang melawan.
Andi Fashar bahkan "berbicara" dengan rokok-rokoknya, demi menghentikan keinginan merokok yang sudah begitu besar.
"Mau sekalimi merokok. Saya jejer rokok saya enam bungkus di depan saya. Saya bilang mulai malam ini saya berhenti merokok, saya tanya rokok itu, mauko lawanka? Lalu saya tanya lagi, masih mauko lawanka, itu tidak bisami lawanka. Karena tidak bisa melawan saya putuskan kita berpisah," kata Fashar menirukan percakapannya, yang membuat seisi ruangan rapat Tribun Timur tertawa.
Baca: Pengedar Narkoba Jaringan Sidrap Mulai Disidang di PN Makale
Andi Fashar juga mengungkapkan, istri dan anaknya juga mendukungnya untuk berhenti merokok, bahkan mereka bernazar untuk puasa jika Fashar benar-benar berhenti merokok.
Setelah mampu menahan hasrat merokoknya yang begitu besar, Ia pun kemudian membagikan rokok yang sempat ia temani "bicara" kepada Satpol PP.
Hingga saat ini, Andi Fashar sudah benar-benar berhenti merokok.(*)
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bupati-bone-di-redaksi-tribun-timur-makassar.jpg)