Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waspada! Januari-Februari Kabupaten Wajo Potensi Angin Kencang

Namun, potensi rumah rusak atau pun bangunan sendiri akibat angin kencang belum sepenuhnya bisa ditangani oleh BPBD.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
hardiansyah/tribunwajo.com
Kepala BPBD Wajo, Alamsyah memantau wilayah rawan bencana di Kabupaten Wajo melalui Google Earth di Mondopad Pusdalops BPBD Kabupaten Wajo, Jumat (04/01/2019). 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, WAJO - Angin kencang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan pada 4 sampai 6 Januari 2019. Demikian rilis tertulis Deputi Meteorologi BMKG, R Mulyono R Prabowo pada akhir tahun 2018 lalu.

Tak terkecuali Kabupaten Wajo. Siklus angin kencang di Kabupaten Wajo terjadi pada Januari - Februari. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah.

"Yang kita antisipasi kalau angin kencang itu pohon tumbang. Selain itu, potensi rusak rumah masyarakat juga," katanya kepada Tribunwajo.com, Jumat (04/01/2019).

Namun, potensi rumah rusak atau pun bangunan sendiri akibat angin kencang belum sepenuhnya bisa ditangani oleh BPBD. Mengingat, anggaran yang minim dalam penanganan. Olehnya, antisipasi berupa imbauan kepada pemerintah setempat adalah penting.

"Kita sudah serahkan ke pemerintah setempat untuk bagaimana jalan keluar terkait penanganan apabila ada rumah ataupun pasar yang rusak akibat angi kencang," sambung Alamsyah.

Dirinya pun menunjukkan titik rawan angin kencang di Kabupanten Wajo. Menurutnya, titik rawan angin kencang ada pada daerah yang berada pada pesisir Teluk Bone dan pesisir Danau Tempe.

"Pengalaman itu biasanya di Pitumpanua, Keera, Tanasitolo dan Belawa," katanya.

Bahkan, Pusdalops BPBD Kabupaten Wajo mencatat, Jumat (04/01/2019) kecepatan angin mencapai angka 27 knot. Bahkan, BBMKG IV - Makassar memprediksi, kecepatan angin bisa sampai 40 knot di Kabupaten Wajo.

"Yang normal itu 25 knot, kalau sudah lewat itu sudah kencang," sambung Alamsyah.

Dampak angin kencang berupa pohon tumbang sendiri mulai diantisipasi oleh BPBD. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang disiagakan 24 jam, BPBD Wajo juga menambah peralatan berupa chainsaw dan parang.

Diketahui, selain berpatokan pada BMKG, BPBD Wajo juga berpatokan pada  Accuweather.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved