Kepada Al Jazeera, Prabowo Subianto Ungkap Kenapa Dia Masuk 'Daftar Hitam' Amerika Serikat (AS)
Video wawancara Prabowo tersebut diunggah kembali oleh Priyo Budi Santoso, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya melalui akun Twitternya @PriyoBudiS
Demokrasi di Indonesia, katanya, terancam oleh "elit" negara.
Baca: VIDEO: Lihat Bagaimana Emak-emak di Soppeng Ini Sambut Sandiaga Uno
"Demokrasi di Indonesia dapat gagal karena lemahnya sistem hukum kita, atau sistem penegakan kita, kecurangan besar-besaran; ini adalah periode yang sangat sensitif.
Seberapa bijak elit Indonesia? Atau apakah elit Indonesia ingin melanjutkan bisnis seperti biasa, lanjutkan keadaan saat ini di mana semuanya tersedia untuk dijual?," ujar Prabowo.
"Ketika Anda melayani sebagai seorang prajurit di eselon tertinggi, Anda akan selalu menjadi sasaran tuduhan, tuduhan, pencemaran nama baik karakter; itulah risiko profesi Anda," katanya.
"Ini adalah pemilihan umum ketiga saya; Saya telah berkompetisi dalam politik selama 15 tahun, dalam bisnis.
Jadi setiap kali dukungan saya naik, tuduhan mulai datang tetapi orang Indonesia mereka tidak sebodoh itu, Anda tahu, itu sebabnya saya semakin kuat mendukung," imbuh Prabowo Subianto.
Berikut wawancara lengkap Prabowo Subuanto dengan Al Jazeera.
Baca: 27 Jenis Ponsel yang Tak Bisa Gunakan Aplikasi WhatsApp (WA) di Tahun 2019, Cek Daftarnya Disini!
Ini Peran Prabowo pada Kerusuhan 1998 Versi Eks Kepala Staf Kostrad
Dua mantan petinggi militer di zaman itu Letjen TNI (purn) Yunuf Yospiah (70) dan Mayjen TNI (purn) Kivlan Zen (67) memberikan klarifikasi soal tragedi tersebut saat tampil sebagai pembicara dalam Ramah Tamah dan Diskusi bersama tokoh dan akademisi Makassar yang digelar di Hotel Swiss Bell, Minggu (18/5/2014) lalu.
Kivlan yang menjabat Kepala Staf Kostrad ABRI saat Prabowo menjabat Panglima Kostrad kala itu membantah jika Prabowolah dalang dari kerusuhan Mei 1998.
"Isu itu dihembuskan oleh orang-orang yang tak suka dangan pak Prabowo. Yang benar adalah justru Prabowo lah yang mati-matian mengamankan Jakarta."
"Dalam tiga hari saja kerusuhan bisa dikendalikan bandingkan dengan negara-negara lain," ujar mantan Kepala Staf Daerah Militer VII Wirabuana ini. (*)
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
Baca: Siapkan Rp 30 Miliar, Kenapa Banyak Pemain Tolak PSM Makassar, Bursa Transfer Persib, Persija, MU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/calon-presiden-2019-prabowo-subianto.jpg)