Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Termakan Usia, Begini Kondisi Museum Mandar Sekarang

Museum Mandar di Kabupaten Majene merupakan museum pertama dan tertua di Sulawesi Barat (Sulbar).

Tayang:
Penulis: edyatma jawi | Editor: Waode Nurmin
Edyatma Jawi/Tribunmajene.com
Kondisi Museum Mandar yang rusak, bangunan ini berada Jl Raden Soeradi Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae, Majene, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNMAJENE.COM, MAJENE -- Museum Mandar di Kabupaten Majene merupakan museum pertama dan tertua di Sulawesi Barat (Sulbar).

Museum ini berada di Jl Raden Soeradi Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae, Majene.

Baca: Bawa Sabu-Sabu, 2 Pria Diamankan Satnarkoba Polres Pangkep di Mattampa Bungoro

Baca: Tahun Baru di Puncak Bila Sidrap, Evi Masamba Bakal Bawakan Delapan Lagu

Baca: 3 Kelompok Nelayan di Lampenai Dapat Bantuan Bupati Luwu Timur

Baca: VIDEO: Sandiaga Uno Sholawat Barsama Simpatisan di Jeneponto

Baca: Tomy Satria Ungkap Sisi Lain Sukri Sappewali Selama Menjabat Bupati Bulukumba

Gedung museum merupakan salah satu bangunan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Awalnya bangunan itu adalah eks rumah sakit atau dikenal Boyang Tomonge dalam Bahasa Mandar.

Gedung ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Boyang Tomonge dibangun sejak 1908. Beralih fungsi menjadi Museum Mandar dan dijadikan tempat koleksi beragam benda bersejarah, sejak 1989.

Koleksi Museum Mandar sangat beragam. Mulai koin kuno hingga bangkai ular berukuran besar yang sudah diawetkan.

Selain itu, museum juga memiliki koleksi perhiasan dan pakaian adat Mandar. Serta senjata tradisional yang digunakan para leluhur di daerah ini.

Adapula peralatan rumah tangga tradisional yang dulu digunakan masyarakat setempat. Serta alat transportasi lokal yakni bendi juga terdapat di museum ini.

Namun kondisi museum sarat sejarah ini mulai termakan usia. Terutama bagian atapnya.

Pantauan Tribun Timur, atap bangunan cagar budaya ini mulai rusak. Beberapa bagian atap terlepas dan bocor.

Kepala UPTD Museum Mandar Aidin Jaya mengatakan, terdapat empat bagian atap yang bocor. Kondisi itu disebabkan, lapisan penyusun atap terlepas.

"Saat ini sekitar empat titik yang bocor," jelas Aidin Jaya, Rabu (26/12/2018).

Kata Aidin, kebocoran ini membuat air hujan merembes melalui atap. Air pun kadang menggenangi ruangan museum.

"Tadi pagi saya lihat diatas, ya air agak tergenang di dalam ruangan," ungkapnya.

Baca: Tahun 2019, Pemkot Parepare Janji Benahi Lapangan Andi Makkasau

Baca: BREAKING NEWS: Hendak ke Pasar, Warga Bukit Nirwana Permai Makassar Dijambret

Baca: Natal, Angkasa Pura I Bagi-bagi Bingkisan untuk Calon Penumpang

Baca: Parepare Diguyur Hujan Deras, Hati-Hati Tanah Longsor

Baca: Lubang Jalan Ancam Pengendara, Sat Lantas Maros Koordinasi dengan Pemprov

Baca: 6 Fakta Penembakan Perwira TNI di Jatinegara, No 2 Identitas Korban, No 5 Pelaku Orang Terlatih

Baca: 2019, Sertifikat Tanah Bisa Jadi Jaminan Modal Usaha

Baca: Warga Jl Andi Tonro Makassar Dihebohkan Pria Terjepit di Sela Tembok Rumah

Baca: Polda Sulsel Resmi Launching Tilang Kamera

Baca: VIDEO: Jalan Pongtiku Makassar Tergenang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved