Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konsep Wisata Terpadu, Dinas Pariwisata Wajo Tawarkan Wisata Murah Bagi Wisatawan Mancanegara

inas Pariwisata Kabupaten Wajo sedang mengembangkan destinasi wisata secara terpadu di Kabupaten Wajo.

Tayang:
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana rumah terapung di danau tempe kecamatan Sabbangparu, kota Sengkang, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, jumat (15/4/2016) 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, WAJO - Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo sedang mengembangkan destinasi wisata secara terpadu di Kabupaten Wajo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo, Andi Darmawangsa menyebutkan, bentuk wisata terpadu tersebut akan dikemas dalam paket wisata murah.

Namun, paket wisata murah tersebut dikhususkan bagi wisatawan mancanegara.

"Kita akan coba bekerjasama dengan pengusaha travel," katanya kepada Tribunwajo.com, Kamis (20/12/2018).

Tawaran paket wisata secara terpadu tersebut masih berpusat di kawasan rumah adat Atakkae dan kawasan Danau Tempe. Tarifnya dibanderol Rp 750.000/orang.

Bissu menari di Kawasan Wisata Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (9/5/2018).
Bissu menari di Kawasan Wisata Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (9/5/2018). (st hamdana/tribunwajo.com)

Baca: Ke Selayar dan Pusing Cari Ole-ole? Cobain Terasi Tideruana

Baca: Vigit Valuyo - Begini Cara Mafia Atur Skor Sepakbola Indonesia, Apa Reaksi PSSI?

Baca: Kapolres Gowa Tegaskan Polisi Siap Jamin Keselamatan Komisioner

Baca: Sabhara Polres Sidrap Patroli ke Dusun Pabbaresseng Malam-malam

Baca: Grand Max Vs Mio, Pegawai RSUD I Lagaligo Luwu Timur Tewas

"Tapi ada syaratnya, minimal 15 orang sekali jalan," sambung Andi Darmawangsa.

Dengan harga dan syarat tersebut, wisatawan mancanegara bakalan menikmati eksotisme dan budaya di Kabupaten Wajo selama 3 hari 2 malam.

Kepada Tribunwajo.com, Andi Darmawangsa pun menjelaskan konsep wisata terpadu murah tersebut. Pertama, ketika wisatawan mancanegara tiba di Kabupaten Wajo, mereka akan diarahkan ke kawasan rumah adat Atakkae, Kecamatan Tempe, lalu disambut secara adat, disuguhkan makanan khas bugis di Wajo, serta menginap semalam di kawasan rumah adat Atakkae.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Wajo akan mengembangkan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae yang berada di Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Wajo akan mengembangkan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae yang berada di Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. (st hamdana/tribunwajo.com)

Kedua, pasca menginap semalam di kawasan rumah adat Atakkae, mereka akan dibawa ke kawasan Danau Tempe.

"Dibawa ke Danau Tempe menggunakan perahu motor milik masyarakat. Mereka yang bayar perahu motor milik masyarakat untuk ke rumah-rumah terapung di Danau Tempe," katanya.

Ketika berada di kawasan Danau Tempe, ada dua opsi pilihan. Wisatawan mancanegara bisa menginap di rumah terapung milik pemerintah atau rumah terapung milik masyarakat yang biasa disewakan.

Setelah semalam bermalam, mereka akan kembali dan dibawa mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Wajo, sesuai dengan keinginan wisatawan mancanegara tersebut.

Bisa ke kawasan Kota Tua Tosora, perkampungan Sutera Pakkanna, situs-situs bersejarah seperti Geddongnge, Allakanangnge, ataukah berwisata kuliner 'tuak manis' di Patila, Kecamatan Pammana, serta masih banyak lagi.

Suasana rumah terapung di danau tempe kecamatan Sabbangparu, kota Sengkang, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, jumat (15/4/2016)
Suasana rumah terapung di danau tempe kecamatan Sabbangparu, kota Sengkang, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, jumat (15/4/2016) (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Hal tersebut dilakukan, guna meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Kabupaten Wajo. Pada 2018, Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo mencatat, ada sekitar 3650 wisatawan mancanegara atau 10 orang perhari yang berkunjung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved