Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SPBU Abdesir Terbakar, Berikut Tips Agar Kejadian Itu Tak Terulang

Kasus kendaraan terbakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah sering terjadi sepanjang 2018

Penulis: Amiruddin | Editor: Mahyuddin
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Kebakaran terjadi di SPBU Jl Abdullah Dg Sirua Makassar, Rabu (19/1/2/2018). Satu minibus ikut terbakar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl Abdullah Dg Sirua, Makassar, terbakar, Rabu (19/12/2018).

Dalam kebakaran di Jl Abdesir itu, dua unit sepeda motor dan satu mobil ikut ludes.

Kendaraan itu ikut terbakar saat tengah megisi bahan bakar di SPBU tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api berawal dari mobil bernomor Polisi DD 8972 OD yang tengah mengisi bahan bakar.

Secara tiba-tiba percikan api muncul dari Pick Up tersebut dan merembes secara cepat ke seluruh bagian SPBU.

Baca: Fakta SPBU Terbakar di Abdesir: Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran, Video Pengendara Lari

Baca: Kebakaran SPBU Jl Abdullah Dg Sirua, Dilema Aksa Selamatkan Adik atau Motor Teman, Begini Ceritanya

Kasus kendaraan terbakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah sering terjadi sepanjang 2018.

Penyebab terjadinya kebakaran biasanya karena hal-hal sepele yang kurang diperhatikan pengendara.

Berikut hal-hal yang harus dihindari pengendara saat mengisi bahan bakar:

Matikan mesin kendaraan

Pastikan mesin kendaraan kamu dalam kondisi mari dan nonaktifkan segala jenis sumber pengapian yang tersedia di kendaraanmu.

Proses pengisian BBM itu menimbulkan uap, dan mudah terbakar jika ada sumber api.

Percikan bunga api, terutama pada mobil bermesin bensin sangat mudah terjadi.

Sebab terjadi proses pembakaran dari busi ketika kondisi mesin menyala, bahayanya jika ada kabel yang bermasalah.

Jangan Merokok

Illustrasi perempuan memegang rokok
Illustrasi perempuan memegang rokok (istock)

Peringatan ini sangat wajib dicantumkan di setiap SPBU

Hampir setiap SPBU menempelkan peringatan ini di temboknya dengan ukuran besar.

Selain membahayakan kesehatan, rokok juga sangat berbahaya bagi keselamatan saat berada di SPBU.

Rokok dan korek api adalah musuh utama saat mengisi bahan bakar.

Satu percikan api saja bisa berakibat fatal menyebabkan kebakaran hebat.

Usahakan Selalu di Luar Kendaraan

Posisi paling aman saat terjadi kebakaran di SPBU akibat kelalaian mesin atau pengendara adalah berada di luar lokasi kebakaran.

Usahakan selalu berada di luar kendaraan saat sedang mengisi bahan bakar agar kamu bisa melakukan penyelamatan diri dengan cepat.

Baca: VIDEO: Penjelasan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Terkait Kebakaran SPBU di Abdesir

Baca: 2 Unit Sepeda Motor dan 1 Truk Ludes Akibat Kebakaran SPBU Abdesir

Jangan Goyangkan Kendaraan

Ada hal yang selama ini dilakukan oleh konsumen yang sesungguhnya tak perlu.

Semua itu hanya sebatas sugesti atau kebiasaan saja.

Contohnya, saat isi BBM konsumen merasa perlu menggoyang-goyangkan mobil bahkan motor.

Padahal hal itu sama sekali tidak berguna karena BBM itu cair dan akan mengisi ruang kosong.

Menggoyang-goyangkan kendaraan berpotensi menimbulkan kebakaran karena ujung nosel besi ketemu dengan ujung tangki.

Ada yang namanya listrik statis. Dua titik yang berbeda muatan, ketika ada beda muatan, ada loncatan listrik yang tidak bisa dilihat.

Saat loncat ada percikan api dan itu berpotensi menimbulkan kebakaran meski kecil potensinya.

Jangan Main Gadget

Smartphone LG G6

Hindari penggunaan perangkat elektronik seperti telepon genggam, komputer atau radio portabel saat mengisi bahan bakar.

Gadger mengeluarkan frekwensi tinggi dan bunga api (meskipun kecil sekali, cuman seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm).

Percikan api ini timbul di sekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yan g cukup tinggi.

Juga lampu LED yang mengeluarkan cahaya juga bisa memicu api.

LED yang dipakai pada gadget berbeda dengan LED yg dijual di pasaran elektronik.

LED pada gadget ternyata ‘telanjang’ (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas).

Beda dengan LED toko yang diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.

Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin di udara terbuka.

Tapi lain cerita jika udara yang ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut.

Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yang cukup kecil tersebut.

Jangan Mengisi Bensin Terlalu Penuh

Mengisi bahan bakar terlalu penuh adalah kebiasaan sangat berbahaya.

Saat mendengar suara plop dan otomatis noozle berhenti sendiri, sebaiknya pengisian disetop, karena itu menjadi tanda pengisian sudah penuh.

Aa tiga hal yang dapat merugikan Anda saat mengisi terlalu penuh.

Pertama, bensin yang mengucur dari selang pengisian bisa terhisap kembali ke tangki SPBU.

Tanpa disadari sebagian bensin yang dibayar kembali masuk ke tangki SPBU.

Hal ini terjadi karena mesin pengisian bahan bakar modern sudah dilengkapi penghisap uap bensin.

Baca: Demi Generasi Muda Sulbar, Afzal Rela Dikenal Sebagai Pengemis di DPR RI

Baca: Lagi Viral, Mau Dikuburkan Si Anak Teriak dari Dalam Peti Mati, Lihat Kelanjutannya di Video Ini

Saat selang pengisian mendeteksi bensin yang diisikan sudah penuh, maka penghisap akan otomatis menyedot uap bensin keluar dari lubang pengisian mobil atau motor

Kedua, tangki bensin butuh ruang agar bensin bisa mengembang.

Setiap tangki bensin kendaraan selalu dilengkapi lubang hawa.

Lubang ini berfungsi untuk mengurangi tekanan yang dihasilkan BBM saat ada di dalam tangki bensin.

Bila seluruh ruang tangki dipenuhi dengan bensin, maka gas yang timbul hasil ekspansi BBM akan keluar dari tangki melalui selang, sehingga BBM terbuang percuma

Ketiga, tumpahan bahan bakar dari noozle melumuri kendaraan dapat akan berpotensi lebih besar terkena percikan api.

Gunakan Knalpot SNI

Penggunaan knalpot yang tidak standar saat digas akan membawa percikan api dari ruang bakar.

Apabila terjadi percikan di SPBU maka akan menimbulkan terjadinya ledakan besar.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved