SPBU Abdesir Terbakar, Berikut Tips Agar Kejadian Itu Tak Terulang
Kasus kendaraan terbakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah sering terjadi sepanjang 2018
Penulis: Amiruddin | Editor: Mahyuddin
Jangan Main Gadget

Hindari penggunaan perangkat elektronik seperti telepon genggam, komputer atau radio portabel saat mengisi bahan bakar.
Gadger mengeluarkan frekwensi tinggi dan bunga api (meskipun kecil sekali, cuman seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm).
Percikan api ini timbul di sekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yan g cukup tinggi.
Juga lampu LED yang mengeluarkan cahaya juga bisa memicu api.
LED yang dipakai pada gadget berbeda dengan LED yg dijual di pasaran elektronik.
LED pada gadget ternyata ‘telanjang’ (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas).
Beda dengan LED toko yang diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.
Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin di udara terbuka.
Tapi lain cerita jika udara yang ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut.
Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yang cukup kecil tersebut.
Jangan Mengisi Bensin Terlalu Penuh
Mengisi bahan bakar terlalu penuh adalah kebiasaan sangat berbahaya.
Saat mendengar suara plop dan otomatis noozle berhenti sendiri, sebaiknya pengisian disetop, karena itu menjadi tanda pengisian sudah penuh.
Aa tiga hal yang dapat merugikan Anda saat mengisi terlalu penuh.