Sambut Hari Anti Korupsi Internasional, Begini Kata Dekan Fakultas Hukum Unhas

Hari Anti Korupsi Internasional akan diperingati besok, Minggu (9/12/2018).

Sambut Hari Anti Korupsi Internasional, Begini Kata Dekan Fakultas Hukum Unhas
TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN
Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari Anti Korupsi Internasional akan diperingati besok, Minggu (9/12/2018).

Menyambut peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum mengatakan ada pergerakan signifikan yang bagus dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Meskipun kata dia, rilis terakhir Transparency International (TI), Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia masih berada di angka 37.

Baca: Tantang PSM Makassar, PSMS Medan Tanpa 3 Pemain Pilar

Baca: Lawan PSMS, Pelatih PSM Robert Alberts Siapkan Pengganti Hasyim Kipuw, Siapa Pemain Tersebut?

Baca: Penjualan Baru Dibuka, Tiket PSM Makassar vs PSMS Medan Nyaris Ludes

"Kita harus melihat secara umum, bagaimana komitmen atau political will dari pemerintah dan penegak hukum untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Farida Patittingi, kepada tribuntimur.com, Sabtu (8/12/2018).

Lanjut dia, pemberantasan korupsi harus dibarengi dengan kesadaran hukum masyarakat, agar pencegahan dan pemberantasan korupsi juga semakin bagus.

Namun di sisi lain kata Farida, masih ada oknum pejabat yang memperlihatkan perilaku buruk dengan melakukan korupsi.

"Seharusnya mereka memberi contoh, agar semua elemen masyarakat bisa mengikutinya. Apalagi keteladanan itu sangat penting dalam konteks bernegara," ujarnya.

Khusus di Sulawesi Selatan (Sulsel), kata Ketua Asosiasi Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia tersebut, menyebut upaya pencegahan dan penindakan korupsi yang dilakukan kejaksaan dan kepolisian sudah cukup bagus.

Meskipun kata Farida, harus diakui masih sering ditemui kritikan terhadap kejaksaan, kepolisian, dan penegakan hukum lainnya, khususnya dalam pemberantasan korupsi di Sulsel.

"Masyarakat kita itu ingin ada upaya signifikan dari penegak hukum dalam pemberantasan korupsi. Saya kira penegak hukum kita sudah memberi respon terhadap laporan yang masuk, dengan melakukan langkah pencegahan dan penindakan," ujarnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

A

Penulis: Amiruddin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved