Pimpinan Ponpes Al-Ihsan Kesal Penanganan DBD Lamban di Polman
Pimpinan Ponpes Al-Ihsan DDI Kanang, Adnan Nota menilai Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar (Polman) lamban menindaklanjuti kasus DBD
Penulis: edyatma jawi | Editor: Waode Nurmin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi
TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN -- Pimpinan Ponpes Al-Ihsan DDI Kanang, Adnan Nota menilai Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar (Polman) lamban menindaklanjuti kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Adnan mengatakan, beberapa hari lalu santrinya Rafli Alamsyah (11) asal Desa Batetangnga Kecamatan Binuang terjangkit DBD dan nyawanya tak tertolong.
Baca: Sudah 15 Jam, Tahanan Kejari Bone Kabur Belum Ditangkap
Baca: 4 Fakta Bripka Suardi Polisi Pinrang Diparangi Warga di Pesta Nikah Karena Mirip Selingkuhan Istri
Namun dinkes belum juga melakukan penyemprotan nyamuk secara menyeluruh di Batetangnga.
"Sudah pernah masuk tapi hanya titik tertentu, tidak keseluruhan," ucap Adnan Nota bernada kecewa, Kamis (29/11/2018).
Yang lebih disesalkan, informasi berkembang bahwa tidak ada lagi dana untuk fooging.
Kondisi itu membuat ponpes dan masyarakat berinisiatif mengumpulkan dana untuk membiayai fooging. Hingga Rabu kemarin, sudah terkumpul Rp3 juta untuk biaya penyemprotan nyamuk.
"Kalau pemerintah sudah tidak bisa membiayai rakyat, sudahlah nanti masyarakat mandiri," kesalnya.
Namun yang lebih memberatkan, menurut Adnan, Dinkes memberi persyaratan untuk kerja bakti sebelum fooging. Kalau masyarakat tidak kerja bakti memberihkan selokan, fooging tak dilakukan.
Baca: Baru Sehari Dipasang, APK Caleg DPR Ini Sudah Disobek
Baca: Enam SPBU di Lutim Dapat Surat Instruksi Dari Dinas Perdagangan
Kepala Kemenang Majene itu menilai persyaratan itu bagus. Namun momennya tidak tepat. Lantaran kondisi yang mendesak.
"Coba lebih arif lagi dinas kesehatan, kenapa harus menunggu tiga-empat korban jiwa," katanya. (*)
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami: