Kakek 82 Tahun Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot di Maros Baru, Begini Pembelaan Kades
Hal tersebut dikatakan Syarifuddin saat menemani Plt Kadis Dinsos, Ferdiansyah saat menyerahkan bantuan berupa sembako.
Penulis: Ansar | Editor: Arif Fuddin Usman
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kepala Desa Mattirotasi, Syarifuddin mengaku telah memberikan perhatian khusus kepada kakek Kacong (82) yang tinggal di gubuk reyot di Dusun Manrimisi Lompo, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.
Keseharian kakek Kacong, ditemani dan dirawat oleh putra tunggalnya, Manga (51) yang mengalami gangguan kejiwaan.
Syarifuddin mengatakan, Kamis (22/11/2018), hampir setiap bulan pemerintah desa datang untuk membesuk dan mengecek kondisi Kacong dan Manga.
Baca: Hanya 400 Meter Dari Rumah Kades, Dua Kakek di Maros Hidup di Gubuk Reot
Baca: Dinsos Maros Akhirnya Kunjungi Gubuk Reot Kakek Kacong dan Manga
Hanya saja, Kacong dan putranya jarang mendapat bantuan dari pemerintah desa. Alasannya, warga sekitar cukup aktif memberikan makanan ke Kacong.
"Warga di sini, cukup membantu kakek Kacong dan Manga. Kalau ada acara seperti pengantin, warga membawakannnya makanan," kata Syarifuddin.

Hal tersebut dikatakan Syarifuddin saat menemani Plt Kadis Dinsos, Ferdiansyah saat menyerahkan bantuan berupa sembako.
Menurutnya, untuk masalah kesehatan, Kacong dan Manga telah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hanya saja, KIS tersebut jarang digunakan berobat di Puskemas.
"Selain itu, kami juga rutin memberikan bantuan beras miskin kepada Kacong. Kami perhatikan kok," katanya.
Gubuk Tak Layak
Kacong dan Manga sudah puluhan tahun di gubuk tidak layak huni dan laiknya kandang bebek. Seng sudah banyak yang bocor dan dinding rumah sudah lapuk.
Baca: Kakek Manga, Ditinggal Istri dan Anak Hingga Alami Gangguan Jiwa
Baca: Kisah Kakek di Maros Tinggal di Gubuk, Puluhan Tahun Tanpa Bantuan
Jika hujan mengguyur, Dg Kacong bersama putranya tidak bisa istrahat tenang. Keduanya terpaksa bangun dan begadang, selama hujan berlangsung.
Mereka mencari tempat yang aman untuk berlinding. Jika baring, maka bagian tubuhnya terkena air hujan yang tembus di seng bocor.

Meski mengalami gangguan jiwa, namun Manga kadang mencari ikan di sungai untuk dikonsumsi bersama ayahnya yang sudah lama sakit.
Untuk kebutuhan beras, Manga aktif membantu tetangganya yang membutuhkan tenaganya. Dari situ, Manga diberikan beras dan kebutuhan sehari-hari.
Baca: VIDEO: Ada Kakek Suka Ancam Pengendara Mobil Pakai Batu di Ujung Jl Pettarani