Hanya 400 Meter Dari Rumah Kades, Dua Kakek di Maros Hidup di Gubuk Reot
Kakek Kacong (82), warga miskin ternyata selama ini tinggal hanya berjarak 400 meter dari rumah kepala desa setempat.
Penulis: Ansar | Editor: Waode Nurmin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kakek Kacong (82), warga Dusun Manrimisi Lompo, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, yang sudah puluhan tahun tinggal di gubuk reot, ternyata bertetangga dengan Kepala Desa, Syarifuddin.
Kacong bersama putra tunggalnya, Manga yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut, tinggal di belakang rumah Syarifuddin.
Baca: 3 Menteri Jokowi-JK Dijadwalkan Bekali Pengurus Masjid dari 34 Provinsi di Indonesia
Baca: Soal Penanganan Verza, Wadir RSUD Undata Palu: Kami Masih Tunggu Hasil Kultur Bakteri
Jarak rumah Syariffuddin dan gubuk Kacong, hanya sekira 400 meter.
Hal tersebut terungkap saat Plt Kepala Dinas Sosial Maros, Ferdiansyah menyalurkan bantuan, Kamis (22/11/2018).
"Kasihan ini Kacong dan Manga. Hidup di rumah reot, tapi tidak pernah mendapat perhatian khusus. Padahal rumah Kades dan gubuknya berdekatan," kata Ferdi.
Keluarga miskin tersebut sudah puluhan tahun hidup di dalam gubuk yang dipenuhi dengan sampah plastik. Sampah tersebut digunakan untuk memasak.
Gubuk tersebut sudah tidak layak huni dan laiknya kandang bebek. Seng banyak yang bocor dan dinding rumah sudah lapuk.
"Saya minta ke Pak Desa, supaya mendata, apa saja yang dibutuhkan oleh Kacong dan putranya. Data saja, jangan ada anggaran. Kami mau salurkan batuan berupa bahan. Bukan berupa uang," katanya.
Ferdiansyah mengaku, tidak memiliki anggaran yang cukup untuk merenovasi. Namun ia masih punya akal atau pikiran untuk segera membangunkan rumah baru ke Kacong.
Baca: Dinsos Maros Akhirnya Kunjungi Gubuk Reot Kakek Kacong dan Manga
Baca: Penjelasan RSUD Undata Soal Penanganan Verza, Korban Likuifaksi Palu
Ferdi menarget, rumah Kacong rampung tahun ini. Setelah rumah rampung, Dinsos kembali menyiapkan perabot untuk rumah Kacong, termasuk peralatan memasak.
"Jangan jadikan anggaran itu sebagai alasan untuk tidak berbuat. Kita punya akal dan pikiran. Kita gunakan itu," katanya.
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami: