Wakil Bupati Luwu Timur Bahas Optimalisasi LKMS Batara Guru untuk Pelaku UKM

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengikuti FGD)terkait optimalisasi peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Batara Guru

Wakil Bupati Luwu Timur Bahas Optimalisasi LKMS Batara Guru untuk Pelaku UKM
Staf Wakil Bupati Luwu Timur.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) terkait optimalisasi peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Batara Guru di Hotel Melia Makassar Kamis (15/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengikuti Focus Grup Discussion (FGD) terkait optimalisasi peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Batara Guru di Hotel Melia Makassar Kamis (15/11/2018).

Kegiatan membahas upaya mendukung pelaku usaha kecil menengah (UKM) di empat wilayah pemberdayaan yaitu Kecamatan Malili, Wasuponda, Towuti dan Nuha.

Kegiatan juga hasil kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, PT Vale Indonesia.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Asosiasi UMKM Mutiara Timur Luwu Timur.

Irwan mengatakan LKMS Batara Guru diharapkan tidak hanya berfungsi layaknya koperasi simpan pinjam.

Termasuk mendukung penuh upaya pengembangan UKM baik dari sisi permodalan maupun dukungan pendampingan lainnya.

"Saat ini jumlah UKM yang berada di wilayah pemberdayaan PT Vale Indonesia sudah mencapai 210 UKM," kata Irwan dalam rilisnya.

LKMS yang dibentuk Maret lalu ini akan mendapatkan suntikan modal awal dari PT Vale Indonesia Rp 500 juta yang bersumber dari dana CSR.

"Dana ini harus dioptimalkan untuk mengembangkan UKM yang berada diwilayah tersebut," kata Irwan.

Menurut Irwan, LKMS berbeda dengan bank dalam memberikan bantuan permodalan.

"LKMS tanpa agunan tambahan seperti yang pada bank dan lembaga keuangan lainnya sehingga benar-benar sangat membantu para pelaku usaha UKM," imbuhnya.

LKMS kata dia dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga perlu adanya pendampingan agar pola kemitraan yang dibangun tidak menyalahi aturan yang ada.

Hadir Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababari, Kepala Dinas Koperasi UKM Sulsel, Malik Faisal, Managemen PT Vale Indonesia, Syairuddin, Analisis OJK, Ikbal Luthfi dan Asosiasi Mutiara Timur, Ida.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved