Dijanji Dapat Mobil Honda Brio, Agen dan Mitra Abu Tours Kena Tipu Hamzah Mamba

JPU Kejaksaan Negeri Makassar menghadirkan dua saksi dalam sidang terdakwa bos PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours), Hamzah Mamba

Dijanji Dapat Mobil Honda Brio, Agen dan Mitra Abu Tours Kena Tipu Hamzah Mamba
HASAN BASRI
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar menghadirkan dua saksi dalam sidang terdakwa bos PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours), Hamzah Mamba di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (14/11/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar menghadirkan dua saksi dalam sidang terdakwa bos PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours), Hamzah Mamba di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (14/11/2018).

Salah satunya adalah agen dan mitra Abu Tours, Haeruddin. Haeruddin dalam kesaksian di hadapan Hakim Pengadilan yang dipimpin langsung Denny Lumban Tobing menceritakan dirinya bergabung menjadi bagian biro perjalan haji dan umrah itu, sejak 3 Januari 2017 lalu.

Awalnya bergabung karena mendengar dari informasi jika menggunakanjasa travel biro perjalanan haji dan umrah bisa mendapatkan banyak keuntungan, terutama fasilitas nyawan yang didapat bagi para jamaah.

"Saya tergiur karena ada penawaran bagus dari Abu Tours jika pelayanan dan fasilitas hote yang diberikan bagus. Itu saya ddergar dari cerita tetangga dan masyarakat karena sudah ada yang berangkat," kata Haeruddin di meja persidangan.

Untuk bergabung menjadi mitra dan agen, Haeruddin mengeluarkan biaya senilai Rp 100 juta kepada Abu Tours. Ditambah lagi biaya menjadi Owner ship senilai 150 juta satu porsi.

"Saya ambil dua porsi, jadi total saya bayar untuk menjadi owner ship sebesar Rp 300 juta," tuturnya. Uang ratusan juta itu diluar dari pendaftar jadi member atau agen.

Keuntungan menjadi ownership sendiri yang diiming imingi perusahan milik terdakwa adalah bisa ddapat keringanan pemberangkatan empat jamaah umrah setiap tahun dan mendapatkan mobil honda brio.

"Itu janjinya pak, tapi sampai sekarang saya tidak dapat mobil. Cuma istri saya yang berangkat haji, ujarnya.

Total kerugian yang dialami Haeruddin sendiri beserta jamaahnya senilai Rp 10 miliar lebih. Semuanya telah disetor ke Abu Tours baik secara tunai maupun lewat transfer bank."Ada buktinya, tapi saya lupa bawa," sebutnya.

Menurut Haeruddin uang Rp 10 miliar itu untuk pembelian paket 690 paket. Pake dibeli sebelum dijual kepada jamaah jika mau berangkat. Dari 690 itu, baru 405 paket terjadwal pemberangkatan pada Januari 2018.

Sementara sisanya untuk pemberangkatan 2019. "Semuanya belum ada berangkat, kecuali yang saya berangkat pakai uang sendiri lebih 300 orang lebih," tuturnya.

Haeruddin mengaku sudah beberapa kali menanyakan alasan Abu Tours sehingga belum memberangkatkan jamaah. Tetapi ia hanya selalu mendapat janji manis dari Abu Tours untuk bersama menunggu.

Hamzah dalam perkara ini didakwa melakukan penipuan, penggelapan dan tindak pidana pencucian uang. Totak kerugian jamaah senilai Rp 1,2 miliar dari 96 ribun calon jamaah. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved