Ini Alasan Okupansi Hotel Menurun Menurut Ketua PHRI Sulsel
Berbeda bila dibandingkan dengan September 2017, TPK hotel Klasifikasi bintang pada September 2018 naik 1,1 poin
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Sulawesi Selatan pada September 2018 menurun 1,87 poin dibandingkan dengan TPK pada Agustus 2018 yaitu dari 51,96 persen pada Agustus 2018 menjadi 50,09 persen pada September 2018.
Berbeda bila dibandingkan dengan September 2017, TPK hotel Klasifikasi bintang pada September 2018 naik 1,1 poin dimana pada September 2017 sebesar 48,99 persen.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga yang dihubungi, Senin (5/11/2018) menuturkan, ada beberapa hal yang membuat turunnya Wisman ke Sulsel.
"Selain alokasi bantuan beberapa kementerian, pemda, hingga perusahaan pascagempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, juga efesiansi jelang tutup bulan," katanya.
Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar yang menggelar Makassar Great Sale (MGS), yang merupakan salah satu upaya untuk dongkrak arus kunjungan dengan memberi harga khusus baik hotel, restoran, dan mall.
"Kita harus dukung semangat BP2M dan Pak Wali. Kalau semua kita anggap negatif, khawatir tidak ada orang mau melakukan," katanya.
Jika melihat periode baiknya, MGS dibuat di awal tahun Januari hingga Maret.
"Soalnya periode tersebut pasti low occupancy sehingga semua hotel, restoran dan mall memberi discount yang lebih spektakuler lagi," katanya.
Tetapi MGS yanng dilakukan November ini merupakan bagian pendukung untuk syukur ultah Kota Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggiat_20170905_004725.jpg)