Industri Perhotelan Butuh Dipromosikan, Anggiat Pertanyakan Fungsi BPPD

Ini bila dibandingkan dengan TPK pada Juli 2018, yaitu dari 54,42 persen pada Juli 2018 menjadi 51,96 persen pada Agustus 2018.

Industri Perhotelan Butuh Dipromosikan, Anggiat Pertanyakan Fungsi BPPD
ist
General Manager Hotel Grand Clarion Anggiat Sinaga

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel terkait Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Sulsel pada Agustus 2018 menurun 2,46 poin.

Ini bila dibandingkan dengan TPK pada Juli 2018, yaitu dari 54,42 persen pada Juli 2018 menjadi 51,96 persen pada Agustus 2018.

Ketua Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga belum lama ini menilai, penurunan okupansi di Sulsel pada Agustus 2018 lebih kepada digelarnya pesta olahraga se-Asia.

"Tidak semua kota bisa menikmati hadirnya Asian Games. Sulsel pun demikian. Fokus pelancong dalam dan luar negeri pun lebih ke sana. Dibandingkan ke Makassar dan Sulsel pada umumnya," ujar Anggiat sapaannya.

September dan Oktober ia prediksi terus mengalami penurunan. Salah satunya bencana di Palu dan sekitarnya, membuat kementerian mengerem pembiayaan kegiatan di hotel untuk dialihkan pada recovery Palu.

Selain itu, belum maksimalnya fungsi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dalam menciptakan harmonisasi antarstakeholder kepariwisataan dalam skala menyeluruh membuat kalangan industri perhotelan di Sulsel menjerit.

"Fungsi BPPD, selain sebagai kasalitator aktif mendukung pertumbuhan pariwisata Sulsel secara umum. Saya lihat ini belum maksimal dilakukan," katanya.

GM Claro Makassar itu pun menyarankan agar BPPD Sulsel juga perlu melakukan sebuah konsolidasi dengan otoritas daerah perihal rencana kerja termasuk skema penganggaran untuk seluruh kegiatan promosi pariwisata Sulsel yang hendak dilakukan.

"BPPD mestinya lebih atraktif menjalin kolaborasi maupun kerjasama dengan seluruh stakeholder dan pihak swasta agar tercipta harmonisasi yang berorientasi untuk kemajuan kepariwisataan Sulsel.,"

Keberadaan BPPD sangat dibutuhkan karena ini juga amanat dari undang-undang. "Memang khusus di Sulsel ini, peran BPPD agak berbeda, efeknya belum keluar dan belum maksimal," katanya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved