Hatta Rahman Imbau Peserta CPNS Tak Gunakan Joki, Panitia Siapkan Sanksi

Hatta mengimbau kepada peserta untuk berlaku jujur dan mengandalkan kemampuannya sendiri.

Hatta Rahman Imbau Peserta CPNS Tak Gunakan Joki, Panitia Siapkan Sanksi
Ansar/Tribunmaros.com
Bupati Maros Hatta Rahman. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN MAROS.COM, MAROS - Sebanyak 2.243 pendaftar CPNS dari Kabupaten Maros, akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 3 November mendatang.

Bupati Maros Hatta Rahman mengimbau, kepada pendaftar CPNS supaya tidak menggunakan jasa joki saat mengikuti tes di kantor RRI Makassar tersebut, Rabu (31/10/2018).

Hatta mengimbau kepada peserta untuk berlaku jujur dan mengandalkan kemampuannya sendiri. Untuk lolos, peserta diminta untuk belajar maksimal.

Baca: Mahasiswa KKN UNM Andalkan Proker Desa Sehat di Bone

Baca: TFC Premium Tribun Timur Resmi Kerjasama dengan 19 Tenant di Pipo Mal, ini Promoya

Baca: Pilot Senior Sebut Jatuhnya Lion Air JT 610 Tidak Masuk Akal

"Kalau ada yang menggunakan joki, maka peserta yang bersangkutan, pasti akan digugurkan. Joki dan peserta akan diserahkan ke pihak yang berwajib untuk diproses hukum," ujar Hatta.

Hatta mengimbau, peserta tes tidak berbuat curang. Apalagi lokasi ujian akan dijaga ketat dan melibatkan polisi. Kalau ada yang curang, maka akan dicekal untuk ujian.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Maros, Agustam mengimbau kepada semua pendaftar CPNS, supaya belajar dengan baik jelang ujian.

Nantinya, setelah peserta menjawab pertanyaan, maka hasil atau jumlah jawaban benar dan salah, akan muncul di monitor secara otomatis.

Baca: Badan Pesawat Lion Air Ditemukan? Berikut Penjelasan Panglima TNI dan Temuan Sepatu Bayi

Baca: 9 Potret Cantiknya Maia Estianty Mengenakan Gaun Pengantin & Deretan Ucapan Selamat dari Selebriti

Baca: Pidato Perdana Pangerang Rahim: Ilmu dan Pengalaman Taufan Pawe Paripurna

"Ujian CAT ini tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Pesertabisa melihat hasil ujiannya sendiri. Kalau hitungan lulus atau tidaknya peserta, mengacu pada passing grade atau nilai ambang batas," katanya.

Passing grade antara formasi umum dan formasi khusus seperti tenaga honorer, berbeda.

Untuk umum, nilai yang harus dicapai adalah 260 poin, sementara formasi khusus 200 point.

Saat tes SKD, masing-masing peserta diberikan waktu mengerjakan soal, paling lama 90 menit atau satu jam setengah.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan ujian tersebut, pihak BKPPD Maros menurunkan 25 panitia. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved