Manajemen Persib Bandung Ultimatum Mario Gomez

- Manajemen Persib Bandung dibuat geram dengan sikap pelatih Mario Gomez yang sering mengumbar-umbar masalah di luar kepelatihan ke media.

Mario Gomez secara terang-terangan menyebut sosok-sosok yang diinginkannya dan tak disenanginya.

Dikatakan Mario Gomez, Umuh menjadi satu-satunya orang dari jajaran manajemen PT Persib Bermartabat (PBB) yang selalu berada bersama tim, selain Bobotoh.

"Jika sama Bobotoh saya mau ada di sini. Tapi jika Glen Sugita ( Direktur PT PBB) dan Tedy Tjahyono (Direktur Keuangan PT PBB) yang minta tidak mau. Kalau Umuh (Yang minta) saya mau," ujar Gomez, kemarin.

Mario Gomez mengaku sangt terharu dengan dukungan yang diberikan Bobotoh. Namun, dalam hal ini manajemen lah yang harusnya memberikan dukungan kepada tim.

"Tapi kita di sini sendirian tanpa manajemen. Saya sudah bilang dengan Glen dan Teddy soal musim depan. Hanya Umuh yang selalu bersama kita, jika dia tidak bersama kita juga saya pastikan saya tidak akan lanjutkan musim depan," katanya.

Menurut Mario Gomez, selama tim sedang berada di luar Bandung untuk melakoni pertandingan kandang dan tandang usiran, hanya Umuh yang datang dan memberikan perhatian kepada tim.

"Ketika kita ke Makasar, hanya dia (Umuh) yang datang ke Makasar, stay selama dua jam terus pulang. Hanya dia yang bersama kita," ucapnya.

Pun demikian ketika pemain Persib, Dedi Kusnandar mengalami cedera parah, sambung Gomez, hanya Umuh seorang yang menanyakan kondisi Dedi.

"Tidak ada yang telepon, tidak ada, ini gila. Saya tidak suka itu. Saya tidak mau bersama orang ini (Glen dan Teddy) sekarang. Jika Umuh sendiri ok, tapi orang lain tidak," katanya.
 Manajemen Persib Bandung akhirnya angkat suara setelah pelatihnya, Mario Gomez, beberapa kali melontarkan kritik terkait sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

 Sikap manajemen Persib

Manajemen Persib membantah pernyataan Mario Gomez yang merasa tim berjuang sendirian di kompetisi Liga 1 2018 dalam kondisi menjalani sanksi.

Melalui konferensi pers, Jumat (26/10/2018), jajaran manajemen Persib menjelaskan bahwa mereka tak diam saja, tapi ikut menyelesaikan apa yang menimpa klub.

Jajaran petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) telah melakukan banding terkait sanksi Komdis PSSI.

Saat ini mereka dalam status menunggu sampai Komisi Banding PSSI mengeluarkan keputusannya.

"Kami intinya tidak tinggal diam, manajemen telah berusaha keras memperjuangkan kaitannya bagaimana keputusan Komdis tersebut,” kata Komisari PT PBB Kuswara, Jumat (26/10/2018), di Graha Persib, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Simamaung.

Manajemen pun tak lepas tangan membiarkan Maung Bandung begitu saja menjalani partai usiran dan tandang sambil mengusahakan keputusan banding cepat keluar.

Tim juga selalu didampingi Manajer Persib Umuh Muchtar sebagai perwakilan dari PT PBB mewakili jajaran petinggi Persib lainnya di setiap pertandingan.

"Kami di manajemen itu adalah sebuah koorporasi yang tidak person to person."

"Glenn Sugita, Teddy (Tjahyono), saya sendiri (Kuswara), Umuh (Muchtar), Zainuri, satu kesatuan, siapa pun yang bergerak mereka mengupayakan yang terbaik untuk Persib."

"Kami selalu memperhatikan betul Persib, baik itu kepada pemain, pelatih, dan official," papar Kuswara.

Manajemen menyesalkan apa yang dilontarkan Mario Gomez kepada media massa, yang seolah menyudutkan manajemen di balik hasil minor Maung Bandung pada empat pertandingan terakhir.

Padahal, penyelesaian persoalan internal antara pelatih dan manajemen sudah diatur dalam klausul kontrak demi menjaga kondusivitas tim.

"Kami menyayangkan dan menyesalkan statement Gomez."

"Di dalam kontrak ada klausul keluhan apa pun bentuknya itu disampaikan kepada manajer, disampaikan secara tertulis dengan baik-baik, setelah itu manajemen mempertimbangkan apa yang disampaikan," jelas Kuswara.

Kuswara lalu membeberkan klausul itu terdapat pada pasal 13 yang sudah disepakati antara Mario Gomez dan PT PBB.

Dalam hal ini Mario Gomez dianggap telah melanggar perjanjian atau kesepakatan dalam kontrak yang ditandatanganinya.

"Ada klausul yang paling penting dalam kontrak ini, klausul sudah disepakati manajemen, pelatih, dan Soler (penerjemah)."

"Itu di dalam pasal 13, di dalam kontrak ada poin menyatakan begini, 'pelatih tidak diperkenankan mengeluarkan pernyataan atau memberikan keterangan yang sifatnya merugikan klub atau berindikasi mengganggu keharmonisan klub kepada pers, baik media cetak, media elektronik, tanpa persetujuan klub'," beber Kuswara.

Kendati begitu, manajemen Persija bersikap bijaksana dan ingin menyelesaikan kesalahpahaman ini bersama Mario Gomez dengan pertemuan usai laga melawan Bali United.

Duel Persib kontra Bali United akan digelar tanggal 30 Oktober 2018.

Bagaimanapun manajemen ingin tim tetap dalam keadaan kondusif dan menyelesaikan tujuh pertandingan dengan baik.

"Kami sedang mencari format mengatur waktu untuk mengkomunikasikan secara baik bersama Gomez."

"Jadi memang di dalam kontrak diatur hak dan kewajiban, termasuk adanya pelanggaran di dalamnya."

"Kita ingin bijak, beri kesempatan kami untuk mengkomunikasikan ini dengan Gomez, karena ada hal yang lebih penting di balik itu, yaitu konsentrasi penuh ke laga sisa," tandas Kuswara.
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved