Gelar Talkshow, Vihara Sasanadipa Hadirkan Mantan Pengedar Narkoba dari USA
Talkshow itu adalah rangkaian peringatan 24 tahun pengabdian Vihara Sasanadipa dan didukung berbagai organisasi Buddhis
Penulis: CitizenReporter | Editor: Mahyuddin
Miguel Dharmadjie, S.T., CPS®
Sekretaris DPD IPSA Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM - Vihara Sasanadipa menggelar Talkshow Freedom To Be Free di Jasmine Hall, Hotel Claro, Makassar, Minggu (14/10/2018).
Kegiatan itu menghadirkan narasumber Direktur Narkoba Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Hermawan dan Michael Howard (mantan gangster dan bandar narkoba yang kini menjadi motivator dan pemain film).
Talkshow itu adalah rangkaian peringatan 24 tahun pengabdian Vihara Sasanadipa dan didukung berbagai organisasi Buddhis, yaitu Wandani, Magabudhi, Patria DPC Makassar, KMB Universitas Hasanuddin dan PBBS Xian Ma.
Kepala Vihara Sasanadipa YM Bhikkhu Siriratano Thera, CPS®, Ketua Yayasan Sasanadipa Dr Ir Yonggris, MM, Ketua Dayakasabha Vihara Sasanadipa Irwan Sulaiman, pimpinan maupun pengurus dari berbagai organisasi serta 250 orang warga masyarakat Kota Makassar.
“Talkshow membahas tren paling berbahaya saat ini yang membuat banyak orang terjerumus dalam kehancuran hidup, yaitu: narkoba dan free sex," kata Ketua Panitia Medhavini Wijaya, S.Kom.
"Ini terlihat dari kondisi pergaulan kaum milenial atau generasi kekinian yang pergaulannya makin tidak terarah. Padahal kita mempunyai kebebasan untuk bebas dari jeratan narkoba dan free sex, “ kata Ketua Panitia Medhavini Wijaya, S.Kom.
Direktur Narkoba Polda Sulsel dalam pemaparannya mengatakan, saat ini Indonesia sudah masuk darurat narkoba dan digempur dengan masuknya narkoba dari luar negeri.
“Mengingat bahaya dari narkoba tersebut, maka perlu adanya pengawasan dari orang tua dan keluarga agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam narkoba,“ tutur mantan Kasubdit Bantuan Hukum Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.
Sementara Michael Howard memberikan kesaksian tentang kehidupannya yang karena tidak mendapat kasih sayang dari orangtua akhirnya terjerumus pada pergaulan bebas dan menjadi gangster serta bandar narkoba di Amerika Serikat.
Selama 20 tahun, dirinya menjadi pecandu narkoba, namun dengan tekad dan motivasi dalam diri yang kuat untuk bebas dari narkoba akhirnya kini dirinya dapat terbebas dari narkoba.
Dia mulai bertobat meninggalkan narkoba saat berada di dalam penjara.
Saat vonis deportasi dari Amerika Serikat yang mengharuskannya kembali ke Indonesia, dirinya sudah mempunyai tujuan hidup yaitu mau hidup benar.
Kini pria yang memiliki motto “Never Give Up” ini menjadi motivator dan rajin memberikan kesaksian dan edukasi tentang dampak bahaya narkoba di berbagai tempat .
Para peserta talkshow sangat antusias mendengarkan pemaparan kedua nara sumber dan banyak memberikan pertanyaan pada saat sesi tanya jawab.
Penyerahan cindera mata kepada para narasumber dan moderator serta foto bersama menjadi penutup seluruh rangkaian acara talkshow yang berlangsung hingga petang ini.(*)