BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Hujan Deras Tiba-tiba di Masa Peralihan Musim

Meski terjadi dalam waktu singkat namun curah hujan yang turun cukup deras dan disertai angin kencang.

BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Hujan Deras Tiba-tiba di Masa Peralihan Musim
handover
Ilustrasi hujan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Setelah kemarau panjang yang terjadi di wilayah kota Makassar, akhirnya untuk pertama kalinya ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini diguyur hujan, Senin (15/10/2018).

Sebelumnya dalam beberapa hari terakhir Makassar dalam kondisi mendung di saat siang dan sore hari, dan pada akhirnya hujan pun mengguyur Makassar di pertengahan Oktober ini selama kurang lebih 30 menit.

Meski terjadi dalam waktu singkat namun curah hujan yang turun cukup deras dan disertai angin kencang.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Makassar Wilayah IV, menyebut kondisi tersebut terjadi lantaran saat ini memasuki masa peralihan dan musim kemarau ke musim penghujan di wilayah Makassar maupun Sulawesi Selatan.

"Walaupun awal musim hujan diprediksi terjadi awal November, tidak menutup kemungkinan hujan sudah mulai turun pada bulan Oktober tetapi belum dapat dikatakan sebagai musim hujan," kata Prakirawan BBMKG Makassar Wilayah IV, Dwi Lestari Sanur.

Ia melanjutkan bahwa kondisi itu normal terjadi dan kemungkinan juga akan terjadi dibeberapa hari kedepan meskipun belum memasuki musim hujan. Dalam kondisi peralihan inilah,

Dwi mengatakan bahwa sepatutnya masyarakat harus wsapada menghadapi perubahan iklim secara tiba-tiba.

"Untuk masa peralihan musim kemarau memasuki musim hujan atau masa transisi, perlu diwaspadai angin kencang dan hujan deras yang turun secara tiba-tiba," ungkapnya.

Lebih lanjut BBMKG Makassar Wilayah IV melalui Prakirawannya, Dwi Lestari Sanur, menjabarkan bahwa musim hujan sesungguhnya diprediksi akan terjadi di awal November dan puncaknya terjadi di bulan Januari.

Menurutnya cara mengukur masuknya musim hujan berdasarkan standar curah hujan yang terjadi selama tiga dasarian secara berturut-turut.

Dasarian yang dimaksud yakni satuan waktu meteorologi, yang lamanya adalah sepuluh hari. Dasarian pertama terjadi pada tanggal 1-10, Dasarian kedua 11-21 dan Dasarian ketiga terjadi pada tanggal 22 hingga 30 atau 31 di bulan yang sama.

"Jadi meskipun terjadi hujan saat ini belum tentu dikategorikan musim hujan. Syarat musim hujan yaitu jika jumlah curah hujan mencapai 50 MM selama tiga Dasarian berturut-turut," lanjut Dwi menjelaskan. (*)

Penulis: Alfian
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved