Kodim 1425 Jeneponto Amankan 4 Mobil Pengangkut BBM Ilegal

Sementara dua mobil lainnya jenis APV dan angkot mengangkut BBM dengan memodifikasi tangki mobil.

Kodim 1425 Jeneponto Amankan 4 Mobil Pengangkut BBM Ilegal
muslimin emba/tribunjeneponto.com
Personel Kodim 1425 Jeneponto mengamankan empat mobil dan tiga motor yang diduga melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Muslimin Emba

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Personel Kodim 1425 Jeneponto mengamankan empat mobil dan tiga motor yang diduga melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, Rabu (3/10/2018).

Ke empat mobil dan motor itu diamankan saat melakukan pengisian BBM di SPBU yang berlokasi di kampung Kalukuang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Terlihat dua mobil pikap mengangkut sejumlah jerigen berisi BBM jenis premium. Sementara dua mobil lainnya jenis APV dan angkot mengangkut BBM dengan memodifikasi tangki mobil.

Tangki yang dimodifikasi mobil APV diselipkan di bawah jok mobil tengah dengan ditutupi tumpukan kardus.

Baca: Stok BBM Kerap Habis, Warga Duga Ada Aktiviras Ilegal di SPBU Tambua Maros

Baca: Bikin Resah, Polres Maros Usut Tambang Ilegal di Tanralili

"Setelah saya dapat informasi terjadi pengisian bbm yang tidak legal, jadi saya perintahkan anggota saya untuk turung di lapangan sambil berkoordinasi dengan kapolres (AKBP Hery Susanto)," kata Dandim 1425 Jeneponto, Letkol ARH Sugiri.

Menurutnya, penangkapan pelaku pengisian BBM ilegal itu telah dilakukan sebelumnya. Namun aksi penangkapan itu tidak memberi efek jera ke para pelaku.

"Beberapa waktu lalu kita juga lakukan penangkapan dan hasil koordinasi dengan kapolres, sementara kita masih berikan pembinaan," tuturnya.

Pihaknya pun menyerahkan penanganan kasus itu ke Polres Jeneponto untuk diproses sesuai hukum berlaku.

Sementara, seorang pemilik mobil modifikasi tangki, Alam (26) mengungkapkan, jika tangki hasil modifikasinya mampu memuat 250-300 liter bensin.

"Tapi tidak sekaliguska mengisi, satu kali mengisi itu Rp 350 ribu atau sekitar 40an liter. Itu saya bawa ke rumah untuk dijual ecaran," ujar warga Kampung Pokobulo, Desa Bangkala Loe, Kecamatan Bontoramba itu.

Ia pun tidak menampik, apa yang dilakukan selama hampir dua terakhir ini adalah sebuah pelanggaran. Namun, menurutnya, ia terpaksa melakukan itu untuk menghidupi keluarganya.

"Saya tahu ji pak bilang ini melanggar, tapi sudahma juga mau urus izin di pertamina Garuda, PTSP tapi memang tidak ada aturan yang membolehkan. Saya juga tidak mauji melanggar kalau ada izin resmi," jelasnya. Kasus itu kini ditangani Satreskrim Polres Jeneponto.(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved