Gempa Bumi Palu
Tsunami Palu, Dosen Geologi Unhas: Sesuai Prediksi
Bab ini cukup kontroversial, karena kesimpulan akhirnya adalah batuan granitoid yang ada di leher Sulawesi yang disebut dengan Dondo Batholit
Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR- Dosen Geologi Unhas, Dr Adi Maulana, terkesima ketika gempa hebat yang diikuti tsunami mengguncang Donggala dan wilayah Sulawesi bagian Tengah.
Ia teringat hasil penelitiannya sekitar 10 tahun lalu. Di dalam salah satu bab disertasi yang ditulisnya sekitar 10 tahun lalu di Kyushu University, Jepang, berjudul "Petrology, Geochemistry and Geochronology of Granitoid rocks from Sulawesi, Indonesia", ia memutuskan untuk memasukkan topik tentang "Exhumation process of Granitoid Rock in Palu, Central Sulawesi".
Bab ini cukup kontroversial, karena kesimpulan akhirnya adalah batuan granitoid yang ada di leher Sulawesi yang disebut dengan Dondo Batholit menunjukkan kecepatan proses exhumation atau pengangkatan ke atas permukaan yang sangat cepat dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di dunia.
Proses exhumation ini merupakan proses yang bertanggungjawab atas tersingkapnya batuan granitoid yang notabene merupakan batuan plutonik atau intrusif yang terbentuk jauh dibawah kedalaman bumi lalu membentuk Gunung Dondo setinggi lebih dari 2.000 meter. Batuan granitoid ini menyebar di daerah Palu sampai Toli-Toli, Sulawesi Tengah .
Dari hasil electro-probe micro analysis (EPMA), terutama data mineral chemistry mineral plagioklas, biotit dan hornblende, dikombinasikan dengan data umur melalui analisis Argon dating pada mineral biotit dan hornblende, Maulana menghitung geothermobarometry batuan granitoid tersebut. Hingga tiba pada kesimpulan bahwa kecepatan ekshumasi batuan granitoid yang ada di sekitar leher Sulawesi terutama di dekat kota Palu mencapai kecepatan sebesar 2.7 mm/tahun.
Hasil ini menempatkan laju kecepatan exhumation pada daerah Palu dan sekitarnya sangat cepat dan hanya dikalahkan oleh kecepatan exhumation granitoid yang ada di Pegunungan Himalaya.
Kesimpulan pada bab tersebut yaitu _The rapid exhumation rate of Sony Pluton (near Palu) is attributed to the active vertical movement of Palu-Koro Fault Zone which have been active since Pliocene. It shows that faulting may play an important role in differential exhumation of intrusive bodies in orogenic belt._
"Dari kesimpulan ini saya membuat hipotesa bahwa Palu-Koro Fault mempunyai sifat gerakan vertikal selain secara dominan dideskripsikan oleh banyak ahli sebagai strike-slip fault,"tulis Maulana.
Akhirnya, hal ini terbukti dimana Palu-Koro Fault bergerak dan kemudian menyebabkan tsunami kata Maulana.
"Semoga warga Palu selalu diberi perlindungan dan diberi ketabahan dalam menerima musibah ini. Semoga kedepan kita bisa membangun sistem yang lebih baik dan masif lagi untuk kepentingan mitigasi agar korban jiwa dapat diminimalkan,"harap Maulana dalam tulisannya terkait Tsunami Palu.
Saat ini, Maulana sedang menyelesaikan draft paper yang sudah tertunda selama dua tahun tentang evolusi tektonik Sulawesi bagian Tengah berdasarkan data geokimia dan geokronologi terutama data zircon dating.
Tahun ini juga Maulana dan beberapa ahli geologi dari National Taiwan University yang disponsori oleh konsorsium lembaga penelitian internasional dari Taiwan dengan tema "Geology of Silk Road" akan mengumpulkan data yang lebih banyak lagi tentang isotop dan zircon dating dari seluruh batuan beku yang ada di Sulawesi.
Penelitian ini ditargetkan selama kurang lebih 5 tahun, diharapkan akan menghasilkan suatu model tektonik Sulawesi yang lebih detail untuk berbagai macam keperluan.