Mengapa BKMG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pukul 17.36 WIB Padahal Tsunami Masih Menerjang Palu?
Peringatan akan terjadinya gelombang tsunami usai gempa 7,4 skala richter yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah terus menjadi bahan pertanyaan
Melalui siaran langsung di Kompas TV, Rahmat Triyono membenarkan adanya tsunami tersebut.
Ia menyebut tsunami itu terjadi di Palu antara 1,5 hingga 3 meter.
Tsunami ini terjadi sore hari saat guncangan gempa dahsyat berkekuatan 7,7 SR.
Sebelumnya BMKG memberikan peringatan potensi tsunami.
Namun, peringatan tsunami itu sudah dicabut.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial.
Gelombang air laut menghantam daratan.
Dari ketinggian, sejumlah bangunan tertelan air laut.
Video tersebut terekam dikabarkan di kawasan Palu Barat.
Gempa Bertubi-tubi
Gempa bumi mengguncang daerah Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
Berdasarkan data pada situs BMKG, gempa pertama berpusat di Donggala, berkekuatan 5,9 Skala Richter pada pukul 14.00 WIB.
Kemudian terjadi dua kali lagi gempa susulan berkekuatan 5,0 dan 5,3 SR.
Lalu, gempa susulan kembali mengguncang Donggala pada pukul 17.02 WIB.
Gempa ini mengguncang lebih besar, yakni berkekuatan 7,7 SR.
Tak berhenti di situ, gempa berkekuatan 5,9 SR bahkan terjadi lagi dan berpusat di 12 kilometer tenggara Palu, pada 17.25 WIB.
Data gempa Donggala-Palu, Sulawesi Tengah, 28 September 2018. (Situs bmkg.go.id)

Gempa susulan ini terus terjadi yang berpusat di sekitar Donggala dan Palu.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jabar, gempa bumi yang berkekuatan 7,7 SR ini sempat berpotensi tsunami.
Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, banyak kerusakan akibat guncangan gempa Donggala-Palu berkekuatan 7,7 SR ini.
Laporan sementara banyak bangunan roboh akibat gempa dengan magnitude 7,7. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah," kata Sutopo Purwo Nugroho.