Gelar Pelatihan Daur Ulang Sampah Organik, Baznas Enrekang Gandeng Yayasan Asal Jakarta
Pemberdayaan bagi golongan miskin terus dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Hasriyani Latif
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Baznas Enrekang Bersama Yayasan Kumala Jakarta menggelar pelatihan Kertas Seni Daur Ulang dan Handycrap.
Pemberdayaan bagi golongan miskin terus dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang.
Untuk itu mereka bekerja sama dengan Yayasan Kumala menggelar Pelatihan dan Pendampingan Usaha Kertas Seni Daur Ulang dan Handycraf Berbahan Baku Sampah Organik dan Sampah Kertas.
Pelatihan tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Enrekang, Bamba, Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (26-27/9/2018).
Pelatihan yang dibuka langsung oleh Pimpinan Baznas Enrekang, Ilham Kadir diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Enrekang.
Dalam sambutannya, Ilham memaparkan berbagai program pemberdayaan yang selama ini telah berjalan dan cukup berhasil.
Baca: Baznas Target Rp 12 M, ASN Maros Hanya Berzakat Rp 1 M Per tahun
Baca: Baznas Enrekang Salurkan Bantuan Benih Ikan Senilai Rp 10 juta di Kecamatan Bungin
“Misalnya, kambing yang telah kita bagikan kepada masyarakat, tiap desa 10 ekor. Secara keseluruhan cukup berhasil sebab yang mati 170 ekor tapi yang lahir sekitar 300 ekor,” kata guru fikih di Pesantren Modern Darul Falah Enrekang ini.
“Ada lagi pemberdayaan lewat sapi perah di Desa Cendana, saat ini sudah ada tujuh ekor sapi yang bunting bahkan ada yang hampir melahirkan, tentu ini pertanda baik,” Ilham menambahkan.
Olehnya itu, Ia berharap para mustahik yang ikut dalam program pelatihan usaha seni daur ulang tersebut betul-betul belajar mengelolah berbagai macam sampah organik dan sisa-sisa kertas untuk dibuat aneka handycraf.
"Sebab, hal itu memiliki nilai ekonomis yang mampu mendorong penghasilan mereka untuk mandiri dari sisi ekonomi," ujar ayah Dua Putri ini.
Dalam kesempatan diadakan itu juga diadakan penandatanganan kerjasama antara pihak Yayasan Kumala dari Jakarta dengan Baznas Enrekang dalam hal pendampingan dan pelatihan.
“Para peserta pelatihan selain dilatih mereka akan didampingi selama dua bulan hingga benar-benar mampu berdikari dan mandiri secara ekonomi,” tuturnya.(*)