Baznas Enrekang Salurkan Bantuan Benih Ikan Senilai Rp 10 juta di Kecamatan Bungin

Sebagai terobosan untuk memenuhi kebutuhan pada pembudidaya ikan mas di Desa Baruka.

Baznas Enrekang Salurkan Bantuan Benih Ikan Senilai Rp 10 juta di Kecamatan Bungin
m aziz albar/tribunenrekang.com
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang menyerahkan bantuan 10 ribu benih ikan mas senilai Rp 10 juta di Desa Baruka, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, BUNGIN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang menyerahkan bantuan 10 ribu benih ikan mas senilai Rp 10 juta di Desa Baruka, Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Enrekang, Mursyd Saleh Mallappa kepada 30 mustahik yang merupakan kelompok masyarakat petani mina padi.

Petani mina padi adalah petani yang menanam padi sambil memeihara ikan di sawah tempat padi itu tumbuh.

Bantuan benih ikan mas yang diserahkan tersebut dibeli dari Kabupaten Pinrang, lantaran stok bibit ikan mas Dinas Perikanan dan Pertanian (Disnakin) Enrekang sedang kosong.

Menurut Mursyd, bantuan benih ikan tersebut adalah salah satu kegiatan dari program Enrekang Sejahtera Baznas Enrekang.

Sebagai terobosan untuk memenuhi kebutuhan pada pembudidaya ikan mas di Desa Baruka.

Baca: 10 Warga Miskin di Panassang Enrekang Dapat SLT Dari Baznas

Baca: Baznas Enrekang Sosialisasi Zakat Pertanian di Desa Patondong Salu

"Bantuan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidayah ikan mas dan juga adalah kontribusi Baznas dalam pemenuhan kebutuhan ikan tawar lokal di Enrekang," kata Mursyd kepada TribunEnrekang.com, Rabu (12/9/2018).

Sementara Komisioner Baznas Enrekang, Baharuddin, mengatakan bantuan tersebut direncanakan akan memberikan kontribusi peningkatan produksi ikan dari hasil budidaya.

Sehingga, program tersebut akan terus didampingi sampai pada proses penjualan nantinya.

Apalagi, hal tersebut sangat menjanjikan prospek dengan tingkat keuntungan di átas 500% dan dapat mensejahterakan petani mina padi di Kecamatan Bungin khususnya di Desa Baruka.

"Dalam hitungan waktu tiga sampai empat bulan ke depan sudah bisa dipanen dengan estimasi harga Rp 20 ribu per ekor maka hasilnya dikurangi resiko kematian 10-20%, jadi 8 ribu x Rp 20 ribu= Rp 160 juta," tambahnya.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved