45 Persen Bauran Energi PLN Sulselbartra Masih Batubara, EBT di Angka 26%

Di urutan kedua air dengan share 35,47 persen, lalu gas sebesar 20,94 persen, dan terakhir Bahan Bakar Minyak (BBM) 3,43 persen.

45 Persen Bauran Energi PLN Sulselbartra Masih Batubara, EBT di Angka 26%
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) mengadakan kunjungan media ke kantor Tribun Timur di Jl Cendrawasih No 430 Makassar, Rabu (26/7/2017) Hadir General Manager PT PLN (persero) Wilayah Sulselrabar Bob Saril, Manager Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan A Aris Suwardiyanto, Ahli Kinerja Ruslan Thalib, Plt Deputi Manajer Hukun dan Humas Rosita Zulkarnaen, Eko Wahyu Prasongko Supervisor Humas. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sepanjang tahun lalu bauran energi primer untuk pembangkit listrik didominasi oleh batubara yang mencapai 39,77 persen.

Di urutan kedua air dengan share 35,47 persen, lalu gas sebesar 20,94 persen, dan terakhir Bahan Bakar Minyak (BBM) 3,43 persen.

Tahun ini, berubah. Apalagi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap sudah masuk ke jaringan pembangkit. Sehingga bauran energi primer berupa angin pun bertambah.

Supervisor Humas PLN Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko yang dihubungi, Rabu (26/9/2018) menuturkan, saat ini bauran energi batu bara diangka 45 persen, Air 22 persen, gas 18 persen, BBM 11 persen dan angin 4 persen.

"Untuk angin, sudah dimanfaatkan dengan hadirnya PLTB di Sidrap sekitar 70 Megawatt (MW)," katanya.

Bila melihat angka, bauran BBM terpantau naik. "Itu dari total pembangkit yg berbahan bakar Minyak, tapi kan kita tidak operasikan. Hanya saat dibutuhkan saja," katanya.

Sekadar info, saat ini presentasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sulsel sudah mencapai 26 persen.

Ini nantinya didapatkan dari PLTB Tolo Jeneponto. Hal ini membuat listrik di Sulsel surplus.

Terkait kemarau, ia mengakui ada pengaruh pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Ya kalau berpengaruh di musim kemarau pasti ada, tetapi tidak mempengaruhi supply daya listrik kita ke pelanggan. Karena pembangkit yang selain PLTA masih optimal," katanya.

"Alhamdulillah semua masih baik saja, karena pembangkit kita yang lain masih bekerja optimal dan Sulsel masih tetap surplus daya listrik," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved