Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengertian, Tata Cara, dan Niat Puasa Ayyambul Bidh Selama 3 Hari, Mulai 13 Muharram Hari Ini

Pengertian, Tata Cara, dan Niat Puasa Ayyambul Bidh Selama 3 Hari, Mulai 13 Muharram Hari Ini

Editor: Sakinah Sudin
Pengertian, Tata Cara, dan Niat Puasa Ayyambul Bidh Selama 3 Hari, Mulai 13 Muharram Hari Ini (Ilustrasi: twitter) 

Pengertian, Tata Cara, dan Niat Puasa Ayyambul Bidh Selama 3 Hari, Mulai 13 Muharram Hari Ini

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada bulan Muharram ini, selain melaksanakan puasa tasu’a dan puasa Asyura, ternyata ada pula puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13,14, dan 15 Muharram.

Puasa ayyambul bidh tidak hanya dilaksanakan setiap bulan Muharram saja, tapi pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan lain dalam kalender Hijriah.

Sebelum melaksanakan ibadah tersebut, anda harus memperhatikan bacaan niat puasa ayyambul bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Rincian CPNS 2018 Provinsi & Instansi, Ingat Cuma Bisa 1 Instansi & Formasi, Pastikan Berkas Siap

Cerita Syahrini Dicium Anang Hermansyah Padahal Baru Saja Cerai dari KD, Kok Beringas?

Sehubungan saat ini umat muslim tengah berada di bulan Muharram, yang sebelumnya telah melaksanakan puasa tasu’a dan asyura, bisa melaksanakan ayyambul bidh.

Dalam kalender Arab, saat ini kita tengah berada di bulan Muharram yang termasuk Al-Asyhurul Hurum.

Pada pengertiannya, Al-Asyhurul Hurum merupakan bulan yang dimuliakan Allah Swt dan apabila umat Islam mengerjakan amalan-amalan kebaikan yang salah satunya adalah puasa pada bulan Muharram.

Emil Dardak Jawab soal Siapa Dia Dukung, Jokowi-Maruf atau Prabowo-Sandi?

Begini Reaksi Yenny Wahid Tanggapi Artikel 5 Kegeraman Keluarga Karena Prabowo Hina Gusdur

Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari situs Nahdlatul Ulama Online atau nu.or.id, Imam Syafi'i menerangkan bahwa puasa di bulan Muharam disunahkan sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.

Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj 'ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa Muharram lebih utama karena merupakan awal tahun dan merupakan amalan utama mengawali tahun baru dengan berpuasa.

Adapun waktu puasa bulan Muharram menurut Muhammad 'Abdurrahman bin 'Abdurrahim dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami' At-Turmudzi dijelaskan bahwa puasa bulan Muharram diawali pada tanggal 8 Muharram karena pada tanggal tersebut disebutkan bahwa amalan manusia akan diangkat.

Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPD RI pada Pemilu 2019

Promosi Sulsel di Jerman, Perlu Kesungguhan

Dilanjutkan dengan puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram yang memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa yang telah dilakukan selama satu tahun kemarin.

Pada tanggal 11 Muharram umat muslim juga disunnahkan puasa untuk mengiringi puasa Tasu'a dan Asyura dan tanggal 12 Muharram kita disunnahkan berpuasa yang pada hari tersebut merupakan hari diangkatnya amalan manusia.

Pada tanggal 13, 14 dan 15 Muharram, ummat Islam juga disunnahkan untuk berpuasa karena hari-hari tersebut merupakan ayyambul bidh.

Dalam kitab 'Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyambul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved