OPINI

Promosi Sulsel di Jerman, Perlu Kesungguhan

Tulisan Rahma Balasong, Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang bermukim di Jerman.

Promosi Sulsel di Jerman, Perlu Kesungguhan
Dokumen Rahma Balasong
Penulis bersama Konsul Jenderal Indonesia di Frankfurt, Toferry Primanda Soetikno, saat menggelar Pesona Sulawesi Selatan di Jerman, 15 September 2018 lalu. 

Oleh: Rahma Balasong
Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Jerman

Teringat 23 tahun lalu, orang menanyakan asalku. Begitu kujawab,”Indonesia”.

Orang itu menyambung, “Bali? Jawa?” Rada sedih saya menjawab ada sekitar 14 ribu pulau di Indonesia dan salah satu pulau terbesar itu saya berasal.

Kemudian saya menyebut, “Sulawesi Selatan”. Orang itu mengernyitkan alis. Saya menyambung penjelasan saya dengan, “dulunya disebut Celebes”.

Dia pun sedikit tahu dan bertanya tentang kehidupan di kota metropolitan, Makassar, saat itu.

Ketika berkesempatan performa dengan paduan suara internasional Deutsche Welle di Amerika, di Polandia dan dalam setiap kesempatan tampil, saya selalu memakai baju bodo.

Banyak yang tertarik melihatnya dan mulai ingin tahu tentang Makassar atau Sulawesi Selatan meski awal perbincangan selalu dimulai dengan daerah Sulawesi Utara yang lebih terkenal daripada Sulawesi Selatan.

Baca: Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPD RI pada Pemilu 2019

Baca: 2 Eks Gubernur dan 4 Kepala Daerah Masuk Tim Kampanye Jokowi-Maruf di Sulsel

Pertanyaan mencuat ketika beberapa tahun lalu mendengar terbentuknya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Luar Negeri (LN)-Eropa di Paris.

Apa yang bisa ditonjolkan oleh Sulawesi Selatan? Dari mana pembicaraan dimulai jika ingin mempromosikan Sulawesi Selatan?

Karena terlalu banyak pilihan. Karena terlalu banyak yang bisa dipromosikan.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help