ABM Sebut Mahasiswa Sulbar Kekurangan Data, Ketua PMII Mamuju: Pemimpin Sombong

Jika ABM menyebut mahasiswa kekurangan data, maka seharusnya ia menemui mahasiswa pada saat demonstrasi.

ABM Sebut Mahasiswa Sulbar Kekurangan Data, Ketua PMII Mamuju: Pemimpin Sombong
nurhadi/tribunsulbar.com
PMII Mamuju saat unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulbar. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pernyataan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM) yang menyebut mahasiswa Sulbar kekurangan data dalam menyampaikan kritik ke pemerintah, kembali menuai sorotan.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Rusdi Nurhadi menilai pernyataan Ali Baal tersebut justru mencerminan kesombongan dirinya sebagai pemimpin daerah.

"Bagi kami pernyataan itu mencerminkan kesombongan ABM, saya menantang untuk menjawab seluruh tuntutan kami pada saat aksi di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Sulbar, kemarin," kata Rusdi kepada TribunSulbar.com, Minggu (23/9/2018).

Menurut mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Mamuju itu, jika ABM menyebut mahasiswa kekurangan data, maka seharusnya ia menemui mahasiswa pada saat demonstrasi.

Baca: PMII Mamuju Desak KPK Tuntaskan Seluruh Kasus Korupsi di Sulbar

Baca: Peringati HUT ke-14 Sulbar, PMII Mamuju Unjuk Rasa ABM-Enny Gagal

"Harusnya waktu kami aksi, pak gubernur datang temui kami," ujarnya. Rusdi justru mengindikasikan, penyataan ABM juga menandakan bahwa mantan bupati Polman dua periode itu antikritik.

"Statementnya itu sebuah apologi tak berarti untuk menutupi kegagalan di awal pemerintahannya. Sudahlah, semua orang mengetahui, semua orang melihat kinerjanya," tuturnya.

Sebelumnya, PMII Mamuju melontarkan kritikan ke pemerintah AMB-Enny. Mereka menilai selama kurang lebih 17 bulan menjabat gubernur dan wakil gubernur Sulbar, tidak ada pembangunan fisik dan insfstuktur yang kelihatan.

PMII Mamuju juga menyebut serapan anggaran di Pemprob Sulbar baru mencapai 35 persen, padahal sudah triwulan ketiga. Namun, ABM menilai kritikan mahasiswa tidaklah berdasarkan data yang valid.

"Serapan anggaran sudah 50 persen ke atas kok. Itu kekurangan datalah itu mahasiswa," kata ABM.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved