Ijtima' Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Aziz Qahhar Bentuk Tim di Sulsel

Hal ini akan dia lakukan setelah Ijtima' Ulama 'Jilid' II menyatakan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Ijtima' Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Aziz Qahhar Bentuk Tim di Sulsel
Amir Komite Perjuangan Penegakan Syariah Islam (KPPSI), Aziz Qahhar Mudzakkar memakai baju kaos Anies For President 2019.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pentolan 212 asal Sulawesi Selatan, Aziz Qahhar Muzakkar bakal membentuk tim pemenangan untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Hal ini akan dia lakukan setelah Ijtima' Ulama 'Jilid' II menyatakan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. 

"Hasil Ijtima' Ulama ke 2 secara tegas mendukung PAS (Prabowo-Sandi). InsyaAllah saya akan bentuk tim alumni dan simpatisan 212 di Sulsel," kata mantan senator DPD RI ini, Kamis (20/9/2018). 

Aziz mengungkapkan, alumni 212 akan konsolidasi dalam waktu dekat ini. 

"Saya akan gabungkan dengan tim pejuang AQM yang sudah lama eksis di semua daerah," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. 

Menurut Aziz, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), ulama dan alumni 212  direpresentasikan Ijtima' Ulama secara tegas mendukung PAS. 

Tim alumni 212 level kota dan kabupaten akan dibentuk dari simpatisan Gerakan 212. 

"Tim kabupaten dan kota tidak harus aktivis gerakan 212, simpatisan juga cukup," katanya. 

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan dukungan dari Ijtimak Ulama II setelah menandatangani pakta integritas. Prabowo pun mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut.

"Saya atas nama calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengucapkan terima kasih kepada Ijtimak Ulama kedua dari GNPF Ulama atas kepercayaan kepada kami atas dukungan yang begitu ikhlas diberikan. Ini sungguh suatu yang mengharukan bagi diri saya," kata Prabowo di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Gerakan 212 adalah sebuah gerakan yang meminta mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama agar diadili karena dianggap telah melakukan penodaan agama Islam. 

Sehingga, Ahok, sapaan Basuki, pun dipenjara selama 2 tahun.

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved