Harga Gas 3 Kg di Luwu Rp 40 Ribu, Ini Penyebab Kelangkaan
Hal tersebut diutarakan Kadis Perdagangan Luwu, Wahidah, saat ditemui di ruang kerjanya, Kecamatan Belopa Utara, Luwu
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad
TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi tiga kilogram di Kabupaten Luwu menyebabkan harga melambung tinggi.
Hal tersebut diutarakan Kadis Perdagangan Luwu, Wahidah, saat ditemui di ruang kerjanya, Kecamatan Belopa Utara, Luwu, Senin (27/8/2018).
"Kami sudah turun memantau dan mengecek langsung di lapangan. Harganya pun melambung hingga Rp 40 ribu pertabung. Petugas kami langsung memberikan teguran," ujarnya.
Pihaknya juga tengah menyelidiki penyebab kelangkaan elpiji tiga kilogram, apakah ada permainan sopir truk pengangkut gas.
"Pertama ada permainan pada tingkat sopir yang mendrop gas ke luar daerah. Seperti jatah Luwu dibawa ke Sulawesi Tengah. Ini bahkan sudah beberapa kali digagalkan Polres Palopo ketika melintas di sana," jelasnya.
Dia juga mendapati adanya pangkalan yang bandel.
Dimana saat ada masyarakat membeli, pangkalan mengaku stok kosong.
Dan kemudian pihak pangkalan menjual ke pengecer dengan harga yang lebih tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Padahal, pihaknya sudah mengantisipasi kelangkaan gas tersebut jelang hari raya Iduladha dengan mendatangi stasiun pengisian di Mancani, Kota Palopo, dan ketersediaan elpiji tiga kilogram cukup.
"Terkait sopir dan pangkalan nakal, beberapa sudah kami beri sanksi teguran. Dalam waktu dekat kembali kami akan turun, jika pelakunya orang yang sama kami bisa hentikan atau cabut izin perdagangannya," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wahidah_20180827_195319.jpg)