Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Begini Kronologi Alur Penyakit Murid TK Asal Pulau Balanglompo Pangkep yang Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep berharap masyarakat paham dan jangan takut imunisasi anaknya dengan vaksin rubella.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Nurul Adha Islamiah
Munjiyah/Tribunpangkep.com
Dinkes Pangkep klarifikasi soal penyakit yang diderita Rifky di kantor Dinas Kesehatan Pangkep, Minggu (26/8/2018). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief membeberkan kronologi kejadian penyakit yang diderita murid TK asal Pulau Balanglompo, Rifky sehingga meninggal dunia.

Indry menyebut, pada tanggal 3 Agustus 2018 Rifky mendapat suntikan vaksin MR bersama 35 orang teman kelasnya di TK Pertiwi Balanglompo serta anak lainnya yang sama juga sebanyak 65 orang di lingkungan pulau tersebut.

Kemudian, pada tanggal 15 Agustus 2018 Rifky mengalami demam dan muncul ruam hitam.

Lalu tanggal 18 Agustus 2018, Rifky dibawa ke Puskesmas Liukang Tupabbiring untuk diperiksa dan hasilnya positif demam dan didiagnosa sementara DBD.

Tanggal 20 Agustus 2018, Rifky kemudian dirujuk ke RSUD Pangkep dan dirawat inap di ruang isolasi.

"Setelah dirawat inap di ruang isolasi kemudian ditangani dokter anak, dr Erlyn dan dokter memeriksa ternyata ada ruam yang cukup parah sehingga dirujuk ke dokter kulit," ujar Indry.

Sempat diperiksa dokter anak, gejala penyakit yang dia timbulkan itu berbeda dengan vaksin MR, Rifky menderita penyakit yang langka, yakni Pemfigus Vulgaris.

Dokter Anak RSUD Pangkep, dr Erlyn juga ikut mengklarifikasi soal vaksin MR.

"Rentang jaraknya kan jauh, kalau memang dia kena MR 4-7 hari sudah keliatan penuh ruam, tapi ini 15 hari baru keluar ada benjolan hitam di bawah hidung, satu di paha, terus benjolan itu ada airnya," tambah Dokter Anak yang menangani pasien, dr Erlyn.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep berharap masyarakat paham dan jangan takut imunisasi anaknya dengan vaksin rubella.

Sebelumnya, beredar di sosial media, Rifky awalnya mendapat imunisasi MR di sekolahnya bersama 65 siswa lainnya.

Rifky diimunisasi tanggal 3 Agustus 2018 dan disitulah mulai demam dan muncul ruang hitam dibawah hidungnya.

Mengetahui kondisi anaknya orang tua Rifki lalu membawanya berobat ke Puskesmas, namun tidak mempan hingga akhirnya Rifky dirujuk ke RSUD Pangkep ditangani langsung spesialis dokter kulit dan dokter anak.

Hingga akhirnya, Rifky dinyatakan meninggal, Jumat (24/8/2018) pukul 19.30 Wita. (*)

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved