3 Anak Dilarikan ke RSUD Usai Divaksin MR, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Polman

Suaib mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap membiarkan anak menjalani vaksin MR.

3 Anak Dilarikan ke RSUD Usai Divaksin MR, Begini Penjelasan Kadis Kesehatan Polman
dinkes polman
Salah seorang anak bernama Ardiansyah dari Campalagian yang sempat dilarikan ke RSUD Polewali Mandar, usai divaksin MR.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN - Tiga anak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat dikabarkan telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar karena diduga demam tinggi beberapa hari usai disuntik vaksin Measles Rubella (MR).

Dua orang berasal dari Kecamatan Wonomulyo dan satu orang berasal dari Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Kepala Dinas Kesehatan Polman, Suaib Nawawi membantah jika ketiga anak tersebut dilarikan ke rumah sakit dikarenakan suntikan vaksin Measles Rubella (MR).

"Hanya satu yang sempat dirawat inap yang dari Campalagian, dua orang dari Wonomulyo hanya datang periksa lalu pulang," kata Suaib via telepon selular kepada TribunSulbar.com, Selasa (14/8/2018).

Suaib mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar satu minggu yang lalu. Ketiga anak itu dibawa ke rumah sakit karena demam. Namun, hasil pemeriksaan dokter rumah sakit ketiga anak tersebut memiliki riwayat penyakit.

Baca: Usai Divaksin MR, Siswa SMPN 5 Takalar Demam Tinggi, Sepekan Kemudian Meninggal

Baca: Siswa di Takalar Meninggal Sepekan Setelah Imunisasi MR, Begini Reaksi Kadinkes

"Jadi bukan karena vaksi MR, cuman kebetulan aja bersamaan. Yang sempat dirawat inap mememiliki riwayat penyakit faringitis, tapi juga sudah pulang karena sudah seha. Tiga hari yang lalu sebelum pulang saya sempat jenguk di RSUD," jelasnya.

Suaib mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dan tetap membiarkan anak menjalani vaksin MR sebab sudah melalui riset atau sertifikasi dari kementerian kesehatan sebelum digunakan.

"Jadi sangat kecil sangat kecil kemungkinan akan terjadi, meskipun kami tidak menjamin, sampai sekarang kami tetap jalankan. Tapi masyarakat yang persoalkan halal dan haram, tunggu saja keputusan MUI," tuturnya.

Sementara Penanggung Jawab Imuninasi Kabupaten Polman, Jamaluddin saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, dua anak dari Wonomulyo memang disebabkan reaksi normal vaksin.

"Dari Desa Kebung Sari, dia juga anak petugas. Kemudian satu orang dari Campalagian namanya Ardiansyah, memang dari awal punya riwayat penyakit, kalau demam langsung kejang-kejang, kemudian kesimpulan akhir dokter dia Faringitis," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved