Usai Divaksin MR, Siswa SMPN 5 Takalar Demam Tinggi, Sepekan Kemudian Meninggal

Jenazah mendiang Irfan telah dimakamkan di sebuah pemakaman keluarga yang terletak tidak jauh dari rumahnya di Lingkungan Batu Maccing.

Usai Divaksin MR, Siswa SMPN 5 Takalar Demam Tinggi, Sepekan Kemudian Meninggal
ihsan/tribuntakalar.com
Siswa SMPN 5 Takalar, Irfan (13), meninggal dunia di rumahnya, Lingkungan Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Polongbangkeng Selatan, Takalar, Senin (13/8/2018) dinihari. 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.com, PATTALLASSANG - Siswa Takalar'>SMPN 5 Takalar, Irfan (13), meninggal dunia di rumahnya, Lingkungan Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Polongbangkeng Selatan, Takalar, Senin (13/8/2018) dinihari.

Keluarga Irfan, Daeng Sibali, mengatakan Irfan mengalami demam tinggi sehari setelah divaksin Measles Rubella di sekolahnya, Senin (6/9/2018).

"Sampai hari ketiga suhu tubuh korban tidak menurun, jadi dibawa ke Puskesmas Bulukunyi," kata Daeng Sibali.

Namun, Sibali melanjutkan, kondisi korban tidak membaik selama dirawat di Puskesmas Bulukunyi.

Menurutnya, kuat dugaan mendiang tidak dirawat dengan serius.

"Di sana Irfan meninggal. Baru setelah meninggal ada dokter dari puskesmas datang ke rumah untuk mengecek darahnya, tapi ditolak oleh keluarga. Pendapat dokter itu korban sebelumnya mengalami demam berdarah," tambah Sibali.

Jenazah mendiang Irfan telah dimakamkan di sebuah pemakaman keluarga yang terletak tidak jauh dari rumahnya di Lingkungan Batu Maccing.

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved