Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perspektif

Untuk Kepala Daerah Terpilih, Begini Pesan Direktur Sekolah Islam Athirah

Tak ada kesempurnaan dalam usaha manusia, pasti ada cacat sekecil apapun. Termasuk dalam usaha para tim sukses, relawan dan para pendukung.

Tayang:
Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUN TIMUR/MUNAWWARAH AHMAD
Dirut Sekolah Islam Athirah, Syamril. 

Oleh: Syamril
Direktur Sekolah Islam Athirah

KPU telah mengumumkan pemenang pilkada serentak 2018. Sesuai hasil real count KPU, sudah dipastikan siapa pemenangnya di tiap daerah.

Menyambut kemenangan tersebut khususnya kepada para relawan, tim sukses dan para pendukung, mari renungi beberapa ayat Allah berikut yang dapat menjadi nasehat bagi kita semua.

Segala yang ada di dunia ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah, termasuk kekuasaan.

Jadi sumber kekuasaan adalah dari Allah. Untuk 5 tahun ke depan Allah menakdirkan Sulsel memiliki gubernur baru yakni Prof Nurdin Abdullah.

Tentu saja tidak mengabaikan perjuangan para tim sukses, relawan dan pendukung sebagai jalan atau sunnatullah yang harus dilalui.

Dengan cara pandang ini semoga kita terhindar dari kesombongan dan bangga diri yang berlebihan.

Jangan sampai merasa itu semua diraih karena usaha manusia semata. Oleh karena itu usaha dan doa selalu beriringan.

Tak ada kesempurnaan dalam usaha manusia, pasti ada cacat sekecil apapun. Termasuk dalam usaha para tim sukses, relawan dan para pendukung.

Untuk itu, saat meraih kemenangan kita diminta untuk tidak lupa diri. Allah memerintahkan kita untuk bertasbih memuji Allah dan memohon ampun.

Bertasbih berarti mensucikan Allah. Artinya menjauhkan diri dari segala prasangka buruk kepada Allah.

Tidak hanya itu, juga menjauhkan dari segala kemusyrikan kepada Allah.

Maksudnya adalah kemenangan yang diraih dengan adanya kekuasaan harus menjadi jalan pengabdian dan ibadah kepada Allah. Ibadah dengan melakukan kerja yang terasa manfaatnya bagi rakyat.

Memuji Allah berarti hanya Allah yang berhak mendapat pujian. Maksudnya mari miliki kerendahan hati bahwa kesuksesan ini diraih karena kehendak Allah.

Semoga dengan itu menjauhkan diri dari bangga diri atau merasa diri hebat dan lebih dari yang lain.

Ukuran keberhasilan hidup bukan saat lahir, tapi saat meninggal. Pilihannya ada dua yaitu berakhir dengan baik (husnul khatimah) atau berakhir dengan buruk (su’ul khatimah).

Demikian pula dengan amanah kekuasaan. Keberhasilan hakiki bukan saat diumumkan sebagai pemenang atau saat pelantikan.

Tapi lihat pada saat akhir kekuasaan, apakah semua janji kampanye bisa ditunaikan dengan baik.

Seperti halnya kematian, akhir yang baik jika banyak yang merasa kehilangan saat kita meninggalkan dunia ini.

Kekuasaan pun juga demikian. Saat tidak lagi menjabat apakah banyak yang bersedih?

Jika banyak yang merasa kehilangan artinya selama ini kita banyak memberi kebaikan.

Segala sesuatu masih misteri sampai muncul bukti. Bisa jadi kita tidak suka tapi itu baik atau sesuatu kita suka ternyata itu jelek.

Sungguh hanya Allah yang tahu yang terbaik bagi manusia.

Oleh karena itu permohonan kita kepada Allah semoga diberikan yang terbaik.

Kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Kebaikan untuk seluruh bangsa dan rakyat Sulsel.

Sehingga kemenangan ini menjadi menjadi kemenangan bersama, kemenangan rakyat Sulsel. (*)

Catatan: Tulisan ini telah terbit di kolom Perspektif Halaman Tribun Opini edisi Selasa, 10 Juli 2018

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved