Ini 4 Wanita Cantik yang Mengisi Kisah Cinta Presiden Soekarno
Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901, dari pasangan suami istri Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai
TRIBUN-TIMUR.COM-- Hari ini 6 Juni 115 tahun yang lalu, telah lahir seorang pendiri bangsa bernama Koesno Sosrodihardjo yang kemudian dikenal dengan Soekarno dan akrab disapa Bung Karno.
Bung Karno yang merupakan tokoh pendiri bangsa menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk berpikir dan berjuang atas nama kemerdekaan bangsa Indonesia.
Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901, dari pasangan suami istri Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.
Sebagai Proklamator RI dan Presiden RI pertama tentu banyak tulisan yang mengisahkan kehidupan sosok Bung Karno, mulai dari kisah masa kecilnya, masa perjuangannya, masa kejayaannya, hingga soal kisah cintanya.
Bung Karno pun menjadi salah satu tokoh yang pengaruhnya paling besar dalam sejarah Indonesia hingga saat ini.
Bung karno murapakn sosok cerdas dengan ragam gagasan dan ide-ide cemerlang membuatnya dikagumi banyak pihak.
Tak ayal banyak pihak yang mengulas kisah suksesnya membangun Indonesia.
Selain kisah suksesnya, Kisah percintaan Sang Proklamator juga banyak diulas.
Maklum, punya rupawan tampan dan berwibawa, Soekarno juga tentu idola para wanita.
Sepanjang hidupnya, beberapa wanita cantik sempat mengisi hati Presiden Soekarno.
Siapa saja, berikut ulasannya.
1. Siti Oetari
Siti Oetari Tjokroaminoto, putri Haji Oemar Said Tjokroaminoto merupakan istri pertama Soekarno.
Keduanya menikah pada 1821, saat Soekarno berusia 20 tahun, sementara oetari baru menginjak usia 16 tahun.
Dalam otobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno mengaku bahwa dirinya tidak pernah menyentuh istri pertamanya.
Oetari dijaganya dalam keadaan 'suci'.
Soekarno mengaku menyayangi Oetari karena menganggapnya sebagai adik sendiri.
Sayangnya kisah cinta ini tak bertahan lama, Soekarno berpaling hati pada Inggit Garnasih.
Soekarno mengembalikan Oetari ke rumah orangtuanya, kemudian dirinya menikahi Inggit yang dicerai suaminya.
2. Inggit Garnasih
Soekarno menikahi Inggit saat usianya 22 tahun, sementara usia Inggit saat itu 35 tahun.
Dirinya mulai tertarik pada Inggit yang bersikap dewasa, padahal saat itu Soekarno masih menikah dengan Oetari.
Sementara saat itu, Inggit sendiri berstatus sebagai istri orang, Sanusi.
Inggit bahkan rela ikut Soekarno saat dibuang ke Ende, Flores. Inggit lah yang kembali menyalakan semangat perjuangan Soekarno saat hampir padam.
Sayangnya, Saat keduanya dibuang ke Bengkulu, hadir sosok wanita lain yang perlahan masuk ke hati Bung Besar.
Sosok itu adalah Fatimah atau Fatmawati, gadis yang sempat dianggap anak oleh Inggit.
3. Fatmawati
Dari pernikahannya dengan Fatmawatilah Soekarno mendapatkan apa yang tidak bisa diberikan Inggit, buah hati.
Soekarno dan Fatmawati dikaruniai lima anak; Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.
Kisah cinta dengan Fatmawati pula kiranya yang paling terkenal. Sang istri bahkan menjahitkan bendera pusaka.
Sayangnya, manisnya kisah cinta ini pun tak bertahan lama.
Soekarno terpikat wanita lain, Hartini.
Saat Soekarno meminta izin Fatmawati untuk menikah lagi, wanita itu bahkan memberikan kalimat tegas,
“Boleh saja, tapi Fat minta dikembalikan pada orangtua. Aku tak mau dimadu dan tetap anti poligami.”
Soekarno meminang Hartini pada 1953, saat Hartini berusia 29 tahun dan berstatus janda lima anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/soekarno_20180606_232701.jpg)